ZONAUTARA.com – Industri retail premium kini mengadopsi pengalaman berbelanja sebagai strategi utama untuk menarik konsumen urban di Indonesia. Pergeseran ini dilihat dari semakin banyaknya merek lifestyle dan perlengkapan perjalanan internasional yang menerapkan konsep toko berbasis pengalaman interaktif di pusat perbelanjaan utama di Indonesia.
Brand asal Swiss, Victorinox, misalnya, memperkuat kehadirannya di Jakarta dengan membuka pop-up store kedua di Kota Kasablanka. Pop-up store ini dikembangkan sebagai ‘Experience Hub’ yang menggabungkan storytelling, interaksi produk, hingga instalasi bertema gaya hidup urban. Sebelumnya, Victorinox telah membuka lokasi serupa di Plaza Indonesia.
Country Manager LUXASIA Indonesia, Lia Amelia, menyatakan bahwa konsumen saat ini tidak lagi hanya membeli produk berdasarkan fungsi saja. “Mereka tidak hanya mencari produk yang memiliki purpose, tetapi juga produk yang dapat merepresentasikan identitas serta mendukung gaya hidup sehari-hari mereka,” ujarnya.
Di pop-up terbaru, pengunjung dapat mengenal sejarah dan warisan Victorinox yang telah berdiri lebih dari 140 tahun melalui display interaktif dan demonstrasi produk. Salah satu produk andalan adalah Swiss Army Knife seri Huntsman yang menawarkan 15 fungsi dalam desain kompak.
General Manager Lifestyle LUXASIA Indonesia, Hendra Purjaka, menambahkan bahwa Jakarta dipilih sebagai lokasi strategis berkat karakter urban yang dinamis. “Dynamic urban energy yang dimiliki Jakarta menjadi setting yang sangat tepat bagi pop-up ini, memungkinkan Victorinox untuk terhubung lebih dekat dengan ritme kehidupan sehari-hari masyarakat kota,” katanya.
Strategi retail berbasis pengalaman ini juga diperkuat dengan keterlibatan key opinion leaders (KOL), media, dan komunitas untuk lebih mendekatkan interaksi dengan konsumen muda. Donovan Kwek, Managing Director Greater China, Southeast Asia & South Korea Victorinox, menyatakan bahwa pendekatan ini bertujuan untuk memperkuat koneksi dengan konsumen Indonesia di pasar yang semakin menghargai kombinasi antara fungsi, craftsmanship, dan pengalaman personal.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

