ZONAUTARA.com – Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan bahwa defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 akan tetap dijaga di bawah 3%. Pernyataan tersebut disampaikan dalam dialog dengan Founder dan Chairman CT Corp, Chairul Tanjung, di Jogja Financial Festival 2026 yang berlangsung pada 22-23 Mei di Yogyakarta.
Purbaya menjelaskan bahwa pembentukan BUMN khusus ekspor komoditas strategis, yaitu PT Danantara Sumber Daya Indonesia, bertujuan untuk memperkuat pengelolaan ekspor Sumber Daya Alam (SDA). Langkah ini diambil guna mengatasi praktik transfer pricing dan under invoicing pada ekspor komoditas utama, seperti batu bara, minyak kelapa sawit (CPO), dan Ferro Alloy.
Lebih lanjut, Purbaya menambahkan bahwa kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) SDA harus disimpan di Bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk memastikan devisa tetap berada di dalam negeri. Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat nilai tukar Rupiah sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan depresiasi mata uang.
Purbaya juga menyinggung pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,61%, didorong oleh peningkatan konsumsi masyarakat dan belanja pemerintah. Semua langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Selengkapnya dapat disimak dalam dialog antara Chairul Tanjung dan Purbaya Yudhi Sadewa yang ditayangkan di CNBC Indonesia pada 22 Mei 2026.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

