ZONAUTARA.com – Indonesia kini resmi menambah luas wilayahnya sebesar 127,3 hektare (ha) di Pulau Sebatik, setelah memperoleh kemenangan diplomasi dengan Malaysia. Muhammad Qodari, yang pada 15 April 2026 masih menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan, mengungkapkan hal tersebut dalam keterangan resminya. Kini, ia menjabat sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) setelah dilantik pada 27 April 2026.
Qodari menjelaskan bahwa kesepakatan terbaru dengan Malaysia telah menetapkan garis batas baru, menjadikan wilayah yang sebelumnya masuk dalam peta Malaysia kini sah menjadi milik Indonesia. Namun, sebagai timbal balik dari langkah ini, wilayah seluas 4,9 ha yang sebelumnya milik Indonesia sekarang menjadi bagian dari Malaysia.
Menurutnya, langkah diplomasi ini sejalan dengan ambisi Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat sistem pertahanan dan keamanan nasional, mengingat pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) menjadi salah satu instrumen utamanya. Sejak Desember 2016 hingga Oktober 2024, Indonesia telah mengoperasikan 15 dari 18 PLBN yang direncanakan, termasuk PLBN di Sebatik/Sei Nyamuk, Kalimantan Utara.
Pemerintah mencatat bahwa keberadaan PLBN, selain bertindak sebagai garda pertahanan, juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan. Pada tahun 2025, lebih dari 2,4 juta orang melintasi 15 PLBN dengan nilai perdagangan mencapai Rp13,5 triliun. Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp86 miliar pada tahun 2026 untuk memastikan operasional PLBN berjalan optimal.
Terkait dampak perubahan batas negara terhadap masyarakat, Qodari menegaskan bahwa pemerintah akan memprioritaskan ganti rugi dan perlindungan hak masyarakat agar tidak ada yang dirugikan secara sosial maupun ekonomi.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

