ZONAUTARA.com – Junaedi, seorang perajin tempe di Citeureup, Bogor, berhasil mengembangkan usahanya berkat dukungan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI. Pria asal Pemalang, Jawa Tengah ini, memulai harinya sejak dini hari untuk berjualan tempe di pasar dan melanjutkan produksi tempe pada siang hari.
Setiap hari, Junaedi berangkat ke Pasar Cikema, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada pukul 00.00 WIB untuk menjajakan tempe hasil produksinya. Ia baru pulang ke rumah sekitar pukul 09.00 WIB. “Kalau nggak dibantuin, entar kasihan yang kerja,” ujar Junaedi saat ditemui di kediamannya.
Junaedi telah menekuni usaha ini sejak merantau ke Bogor 19 tahun lalu. Awalnya ia memproduksi 10-15 kilogram tempe per hari. Kini, produksi tempenya mencapai 1 kuintal per hari berkat usahanya yang tekun serta pinjaman dari KUR BRI.
Dampak dari pinjaman ini cukup signifikan. Dengan pinjaman pertama senilai Rp 80 juta, ia membeli tanah di Citeureup seluas 150 meter persegi. Kemudian, pinjaman sebesar Rp 150 juta digunakan untuk pembangunan rumah dan peningkatan produksi. “Alhamdulillah dari BRI semua. Dari pembelian tanah itu BRI semua,” ungkapnya.
Saat ini, pendapatan kotor dari usaha tempenya mencapai sekitar Rp 15 juta per bulan. Penghasilan ini tidak hanya untuk kebutuhan keluarga, tetapi juga untuk modal usaha dan membayar pegawai. Kini ia tengah mempersiapkan tempat produksinya agar lebih layak dengan rencana kerja sama program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Diolah dari laporan Detik.

