ZONAUTARA.com – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, memberikan pujiannya kepada Desa Tuntang yang terletak di Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Dalam kunjungannya pada Minggu (24/5/2026), Yandri menilai Desa Tuntang berhasil memanfaatkan potensi daerahnya melalui budidaya ikan lele, penanaman melon, dan penguatan ketahanan pangan dengan peternakan kambing.
Desa ini berhasil memanen melon yang dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan warga, begitu juga dengan lele. Yandri menegaskan, “Luar biasa BUMDesnya sesuatu yang luar biasa menggunakan dana desa. Jadi ini Desa Tuntang, layak jadi contoh desa-desa di Indonesia karena menggunakan dana desa sesuai program Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.” Pernyataan tersebut ia sampaikan saat memuji Kades Muhamad Nadhirin di hadapan warga Desa Tuntang.
Melon dan lele yang dibudidayakan oleh BUMDesa Tuntang Sejahtera berhasil meningkatkan pendapatan desa hingga Rp 1,6 miliar di tahun 2026 dengan bantuan dari berbagai sumber lainnya. Ini membuktikan bahwa pengelolaan dana desa yang benar dapat memberikan dampak signifikan terhadap pembangunan desa. Program desa tematik, salah satu dari 12 rencana aksi strategis Kemendes PDT, menjadi bagian dari kesuksesan ini.
“Permintaan jahe, kopi, pisang, kentang, bawang merah banyak. Nanti tinggal dipetakan mana yang jadi desa-desa ekspor. Karena ada 59 negara yang siap membeli produk-produk desa di Indonesia,” ujar Yandri mengenai rencana ekspansi produk desa ke pasar internasional.
Keberhasilan budidaya melon, lele, dan kambing, yang menggunakan 20 persen dana desa, menunjukkan bahwa inovasi semacam ini perlu diterapkan ke desa lain. Desa Tuntang juga telah mendirikan kantor Koperasi Desa Merah Putih untuk mendukung pemenuhan kebutuhan bahan pokok masyarakat, sambil mendukung pertumbuhan UMKM setempat.
Diolah dari laporan Detik News.

