ZONAUTARA.com – Sebanyak tujuh warga menjadi korban dalam dua insiden berbeda yang terjadi di Provinsi Sumatera Utara dan Sumatera Barat selama pemadaman listrik di Pulau Sumatera. Dari total tujuh korban, empat orang dilaporkan meninggal dunia dan tiga lainnya harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
Di Kabupaten Batubara, Sumut, dua karyawan sebuah toko aksesoris ponsel ditemukan meninggal dunia di dalam rumah toko (ruko) pada Sabtu (23/5), diduga akibat keracunan asap mesin genset. Kedua korban adalah RR (24), warga Kota Tebing Tinggi, dan AA (22), warga Kabupaten Serdang Bedagai. Sementara dua korban lainnya, M (22) dan DCA (17), mengalami pingsan dan langsung dilarikan ke RSUD Bidadari.
Kapolsek Air Putih, AKP Rahmat R Hutagaol menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi di ruko Indrapura ACC, Lingkungan III, Kelurahan Indrapura, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara. “Namun saat tiba di lokasi, kondisi ruko masih tertutup rapat dan tidak ada respons dari dalam,” ujarnya pada Minggu (24/5).
Di tempat lain, tiga remaja di Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumbar, terpapar gas beracun karbon monoksida dari mesin genset milik masjid setempat. Dua dari mereka, GA (15) dan HAK (15), meninggal dunia, sementara H (16) masih mendapatkan perawatan. Peristiwa ini terjadi ketika mereka menyalakan genset di ruang tertutup untuk mengisi daya handphone.
Kapolsek X Koto, Iptu Martheriko, mengatakan bahwa para remaja itu berkumpul pada Jumat (22/5) malam dan memutuskan tidur di masjid. “Mesin genset dinyalakan di ruang tertutup tanpa ventilasi. Gas karbonmonoksida tidak berbau dan tidak berwarna sehingga korban tidak menyadari bahayanya,” ungkap Martheriko.
Diolah dari laporan CNN Indonesia.

