ZONAUTARA.com – Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan performa positif pada pembukaan perdagangan awal pekan ini. Berdasarkan data pasar Senin (25/5) pagi, rupiah bergerak menguat tipis dengan nilai 21 poin atau sebesar 0,12% ke posisi Rp17.696 per dolar AS. Penguatan ini lebih baik dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.717 per dolar AS.
Penguatan tipis ini mencerminkan adanya sentimen positif yang menopang mata uang domestik pada pembukaan sesi perdagangan. Meskipun demikian, pelaku pasar tetap disarankan untuk mencermati rilis data ekonomi global dan kebijakan moneter bank sentral AS (The Fed) yang kerap menjadi motor penggerak utama fluktuasi nilai tukar.
Sampai berita ini diturunkan, pergerakan mata uang rupiah masih terus berfluktuasi mengikuti arus modal masuk (inflow) dan keluar (outflow) di pasar keuangan domestik sepanjang hari ini. Kondisi ini mencerminkan dinamika yang terjadi di pasar keuangan global.
Penguatan ini terjadi di tengah dinilai lebih diprioritaskannya stabilitas dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi oleh Bank Indonesia. Faktor lain yang turut mempengaruhi pergerakan rupiah termasuk gejolak di Timur Tengah pekan lalu yang menyebabkan rupiah sempat melemah.
Pasar domestik terus menyerap dampak dari langkah Bank Indonesia yang menaikkan BI-Rate menjadi 5,25% efektif untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Langkah ini diharapkan mampu menahan rupiah agar tetap kompetitif menghadapi tekanan global.

