ZONAUTARA.com – Ketika dunia tengah berkutat dengan berbagai konflik, China meluncurkan misi luar angkasa sebagai langkah persiapan menuju pendaratan di Bulan. Tiga astronaut China berhasil mencapai stasiun luar angkasa Tiangong pada Minggu, yang menjadi bagian penting dari rencana besar Beijing menguasai Bulan sebelum 2030.
Misi ini menggunakan pesawat ruang angkasa Shenzhou-23 yang diluncurkan dengan roket Long March-2F dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di Gurun Gobi. Dalam waktu kurang dari empat jam, kru yang dipimpin Komandan Zhu Yangzhu tiba di stasiun Tiangong, yang berarti ‘Istana Surgawi’.
Anggota kru lainnya termasuk mantan pilot Angkatan Udara Zhang Zhiyuan, dan mantan perwira polisi Hong Kong Lai Ka-ying. Mereka bergabung dengan tim Shenzhou-22 yang kini mendekati akhir masa tugas. Para astronaut dijadwalkan bekerja selama enam bulan, kecuali salah satu anggota kru yang akan menjalani misi setahun penuh di orbit. Misi ini akan melibatkan berbagai eksperimen dan pemeliharaan.
Badan Teknik Luar Angkasa Berawak China (CMSEO) menyatakan bahwa stasiun Tiangong memberikan pengalaman penting dalam penerbangan luar angkasa berdurasi panjang. Stasiun ini merupakan bagian krusial dalam persiapan menempatkan dua astronaut di Bulan sebelum 2030. Juru bicara CMSEO, Zhang Jingbo, menyebutkan perlunya pengujian teknologi melalui beberapa penerbangan dengan roket Long March-10A dan pesawat Mengzhou.
Insinyur senior CMSEO, Zhou Yaqiang, menegaskan proyek ini bukan untuk bersaing dengan negara lain, melainkan untuk pencapaian umat manusia. Hingga kini, misi Apollo 17 tahun 1972 adalah pendaratan terakhir manusia di Bulan, meski Amerika Serikat telah memulai program Artemis. Di sisi lain, China dan Rusia memperkuat kerjasama ruang angkasa dengan fokus eksplorasi Bulan dan Mars, termasuk rencana pembangunan Stasiun Penelitian Bulan Internasional.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

