Mantan CEO SNP Peter Murrell Ditahan Akibat Penggelapan £400.000

Mantan CEO SNP Peter Murrell ditahan setelah mengaku menggelapkan lebih dari £400.000 dana partai.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: BBC News

ZONAUTARA.com – Mantan CEO Partai Nasional Skotlandia (SNP) Peter Murrell kini berada dalam tahanan setelah mengakui penggelapan dana partai lebih dari £400.000. Murrell, yang merupakan suami terpisah dari mantan Menteri Pertama Skotlandia Nicola Sturgeon, mengaku bersalah di Pengadilan Tinggi di Edinburgh dan ditempatkan dalam tahanan. Pria berusia 61 tahun ini menggunakan dana partai untuk membeli barang mewah secara ilegal, seperti perhiasan, kosmetik, dua mobil, dan sebuah motorhome.

Murrell mengakui telah menggelapkan total £400.310,65 antara 12 Agustus 2010 dan 19 Oktober 2022. Tuduhan awalnya sebesar £459.046,49 dalam periode hingga 13 Januari 2023. Namun, jumlah tersebut dikurangi menjadi £400.310,65 dan rentang waktu pelanggaran dipangkas tiga bulan.

SNP dan Menteri Pertama John Swinney meminta maaf kepada anggota partai, mengungkapkan keterkejutannya terhadap tindakan Murrell yang disebutnya sebagai “pengkhianatan yang luar biasa.” Murrell menghadapi kemungkinan hukuman penjara yang lama dan dijadwalkan menerima vonis pada 23 Juni.

Dokumen pengadilan menunjukkan transaksi terbesar yang dilakukan Murrell menggunakan dana partai adalah pembelian motorhome mewah senilai £124.550 pada 2020. Ia juga membeli mobil Volkswagen Golf seharga £33.000 pada 2016 dengan memanfaatkan £16.489 dana partai. Pembelian lainnya termasuk dua jam tangan Bremont seharga £9.350, serta puluhan barang lain dari barang mewah hingga kebutuhan sehari-hari.

Murrell menjabat sebagai CEO SNP selama 22 tahun sebelum mundur pada Maret 2023 karena bertanggung jawab atas informasi menyesatkan tentang anggota SNP. Penyelidikan, yang dikenal sebagai Operasi Branchform, diluncurkan pada 2021 untuk menelusuri £660.000 donasi SNP. Dalam proses ini, polisi melakukan penggeledahan di rumah Murrell dan kantor SNP di Edinburgh.




Diolah dari laporan BBC News.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com