ZONAUTARA.com – Institut Teknologi Bandung (ITB) memberikan klarifikasi terkait unggahan media sosial yang viral menyebut bobotoh, pendukung klub Persib Bandung, sebagai ‘hama’. Rektor ITB, Tatacipta Dirgantara, menyayangkan unggahan provokatif tersebut yang berasal dari akun non resmi ITBFess.
“Saya mohon maaf sekali bahwa telah terjadi kegaduhan yang sudah disampaikan di media sosial. Kita tahu bahwa kehidupan di media sosial ini kadang-kadang kemudian bergulir menjadi bola salju yang besar dan berdampak pada kerukunan,” ujarnya dalam keterangan video, Selasa (26/5).
Dalam pertemuan dengan perwakilan Bobotoh, Dirgantara menegaskan bahwa tidak ada maksud dari ITB untuk memicu konflik dengan suporter Persib Bandung. Ia menegaskan ITB mempunyai aturan dan etika yang harus dijaga. “Kami sama sekali tidak membenarkan dan menyesalkan, bahkan mengutuk pernyataan-pernyataan yang sifatnya provokatif, menghasut, memecah belah gitu,” jelasnya.
Ketua Viking Persib Club, Tobias Ginanjar, mengimbau Bobotoh untuk tidak terprovokasi oleh unggahan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa banyak anggota keluarga besar ITB yang juga mendukung Persib Bandung. “Ternyata Pak Rektor juga Bobotoh, Pak Wakil Rektor juga Bobotoh, Pak Dekan Bobotoh juga. Jadi kalau ada narasi yang menyebut bahwa ITB anti Bobotoh itu tidak benar,” tuturnya.
Sebelumnya, unggahan di akun ITBFess terkait vandalisme pada tugu masuk ITB setelah konvoi Bobotoh pada 24 Mei 2026 menjadi viral. Konvoi tersebut digelar untuk merayakan Persib yang menjuarai Liga Indonesia tiga kali berturut-turut, namun unggahan tersebut berkembang menjadi provokasi. Akibat hal ini, reaksi dari Bobotoh bermunculan dan nama ITB ikut terseret. Saat ini, akses ke akun tersebut sudah ditutup.
Diolah dari laporan CNN Indonesia.

