ZONAUTARA.com – Jakarta, CNBC Indonesia menyelenggarakan Health Forum 2026 pada Selasa, 26 Mei 2026, yang mengangkat tema “Dari Warisan Budaya Menjadi Industri Jamu Berkelanjutan”. Acara ini menyediakan ruang diskusi antara regulator dan pelaku industri untuk memperkuat pengembangan jamu sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia agar dapat lebih kompetitif dalam industri kesehatan yang modern dan berkelanjutan.
Mohamad Kashuri, Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM RI, dalam forum ini mengungkapkan berbagai tantangan yang dihadapi industri jamu nasional, termasuk terkait regulasi. “Banyak produsen jamu UMKM yang belum memahami aturan sehingga terhambat saat melakukan marketing,” ujarnya. Selain itu, permodalan juga menjadi kendala bagi UMKM jamu untuk dapat berkembang, serta aspek produksi dan inovasi produk perlu diperhatikan demi menjaga kualitas Obat Herbal Terstandar (OHT).
Patrick Kalona, Presiden Direktur PT Phytochemindo Reksa, menambahkan bahwa industri ekstrak herbal memerlukan penguatan ekosistem. Selama 10 tahun terakhir, industri ini di Indonesia tumbuh dari 6 menjadi mendekati 22 perusahaan yang mendukung bahan alam, sehingga obat tradisional bisa membantu mengurangi ketergantungan impor.
Ketua Gabungan Pengusaha Jamu (GP Jamu), Jony Yuwono, menekankan pentingnya memperkuat ekosistem untuk mengembangkan industri jamu dan ekstrak herbal agar dapat naik kelas, terutama karena “Budaya Sehat Jamu” telah diakui sebagai warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO. Ia mendorong pengusaha untuk menciptakan beragam format jamu yang lebih diterima secara global serta meningkatkan kolaborasi antara regulator dengan pelaku usaha untuk mengedukasi masyarakat dan mengatasi permasalahan jamu ilegal.
Forum ini mengkaji prospek dan tantangan dalam memajukan industri jamu dan ekstrak herbal Indonesia hingga mampu bersaing di pasar global dengan menyaingi kekuatan besar seperti China dan India. Diskusi lebih lanjut dilakukan oleh Mohamad Kashuri, Patrick Kalona, dan Jony Yuwono dalam forum tersebut.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

