ZONAUTARA.com – Sebanyak 4.095 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Indonesia akan mendapatkan layanan internet gratis sebagai bagian dari upaya memperkuat transformasi digital. Inisiatif ini hasil kolaborasi antara Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) dengan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (SURGE) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman. Program ini bertujuan memperluas akses konektivitas serta pengembangan platform pembelajaran berbasis Artificial Intelligence (AI).
Kolaborasi antara APTISI dan SURGE diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperkuat tata kelola akademik berbasis data di PTS. Acara penandatanganan MoU ini berlangsung di Auditorium Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Senayan, Jakarta, dan dihadiri oleh Menteri Dikrektisaintek, Prof. Brian Yuliarto. Kehadiran Menteri tersebut menjadi dukungan penting bagi percepatan transformasi digital pendidikan tinggi swasta sebagai bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia nasional.
Menteri Dikrektisaintek, Prof. Brian Yuliarto mengatakan, “Transformasi digital merupakan fondasi penting untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi, memperkuat relevansi perguruan tinggi dengan kebutuhan pembangunan nasional.” Selain itu, Kementerian Pendidikan Tinggi juga meluncurkan Fasilitasi Sekolah Kepemimpinan untuk PTS guna mendukung standardisasi, peningkatan tata kelola, dan daya saing institusi perguruan tinggi swasta.
Ketua Umum APTISI Pusat, Muhammad Budi Djatmiko, menegaskan bahwa penguatan infrastruktur digital menjadi kebutuhan mendesak. “Kerja sama APTISI dan SURGE merupakan langkah strategis untuk memperluas akses, menekan kesenjangan digital, dan mempercepat pembelajaran berbasis teknologi,” ujar Muhammad Budi Djatmiko. Target peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi menuju 40% pada tahun 2029, menurutnya, lebih realistis dengan dukungan digitalisasi kampus.
Kolaborasi ini turut melibatkan sinergi dengan PT Pos Indonesia dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk membantu sosialisasi dan implementasi program hingga ke daerah. Hashim S. Djojohadikusumo, sebagai Keynote Speaker, menekankan pentingnya pemerataan akses internet berkecepatan tinggi untuk keadilan pendidikan, terutama bagi daerah yang selama ini menghadapi keterbatasan konektivitas. Wakil Ketua APTISI, Paristiyanti Nurwardani, menyebut program ini sebagai lompatan besar dalam menciptakan ekosistem digital terpadu bagi kampus swasta.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

