Israel Lancarkan Serangan Udara di Gaza Jelang Idul Adha

Militer Israel serang Gaza jelang Idul Adha, klaim bunuh pemimpin militer Hamas. Gencatan senjata rapuh, korban sipil berjatuhan.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Tirto.id

ZONAUTARA.com – Militer Israel melancarkan serangan udara di pusat Kota Gaza pada Selasa (26/5/2026), ketika warga tengah bersiap merayakan Idul Adha. Serangan tersebut diklaim menewaskan Mohammed Odeh, pemimpin sayap militer Hamas di Gaza. Insiden ini terjadi di tengah kondisi gencatan senjata yang semakin rapuh.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengonfirmasi bahwa Odeh adalah tokoh penting dalam struktur kekuatan Hamas. Katz menyampaikan melalui akun X miliknya pada Rabu (27/5/2026), “Komandan nomor 4 sayap militer organisasi teror Hamas di Gaza telah dieliminasi kemarin dan dikirim untuk menemui rekan-rekannya di kedalaman neraka.”

Laporan Al Jazeera mengungkapkan bahwa serangan terjadi di lingkungan Remal, bagian barat Kota Gaza. Berdasarkan keterangan dari sumber di Rumah Sakit al-Shifa kepada Al Jazeera, sedikitnya enam orang tewas dan 20 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.

Koresponden Al Jazeera, Hind Khoudary, melaporkan bahwa serangan terjadi di lokasi yang sedang ramai, yaitu area pasar tempat masyarakat berbelanja kebutuhan hari raya Iduladha. “Kemarin sekitar pukul 21.30 (19.30 GMT) terjadi tiga ledakan besar di Kota Gaza. Serangan itu terjadi di tengah Remal, daerah yang dipenuhi pasar dan banyak toko. Umat Islam sedang berbelanja, bersiap-siap menghadapi libur Iduladha saat serangan udara terjadi,” jelasnya.

Pernyataan resmi militer Israel menyebutkan bahwa pembunuhan Odeh adalah hasil pemantauan intelijen selama berbulan-bulan. Odeh dinyatakan terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan insiden 7 Oktober 2023 serta mengelola operasi tempur melawan pasukan IDF. Mohammed Odeh dikabarkan menggantikan Izz al-Din al-Haddad sebagai kepala Brigade Qassam setelah al-Haddad tewas dalam serangan awal bulan ini. Namun, hingga saat ini belum ada komentar resmi dari Hamas terkait klaim kematian tersebut.




Sejak 11 Oktober, ketika gencatan senjata dinyatakan, kekerasan terus berlanjut di Gaza. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Gaza yang dikutip Al Jazeera, setidaknya 906 warga Palestina telah tewas sejak awal gencatan senjata, dengan total korban jiwa mencapai 72.803 orang sejak Oktober 2023.

Diolah dari laporan Tirto.id.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com