ZONAUTARA.com – Di Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, masyarakat Negeri Sepa melaksanakan tradisi ‘Salawate’ sebelum Salat Iduladha 1447 H, Rabu (27/5). Tradisi yang digelar di Masjid Raya Negeri Sepa ini melibatkan kumpul uang dari saf terdepan, yang diduduki oleh raja, pemuka adat, pemuka agama, hingga imam dan khatib. Kegiatan ini dipimpin oleh dua orang muazin dan satu marbot yang berkeliling membawa sajadah.
Menurut Imam Masjid Negeri Sepa, Said Ahmad Bubakar, kegiatan ini merupakan tradisi turun-temurun yang masih terjaga hingga saat ini. “Uang yang dibawa warga secara sukarela, mereka ikhlas,” ucapnya. Kebiasaan ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan penghulu masjid dan imam.
Salat Iduladha kemudian dimulai dengan imam Muhammad Daut Sopalatu. Muazin tertua, Jafar Wasolo, sempat bergetar saat membawa tongkat khotbah yang terbungkus kain putih, menandakan dimulainya khotbah. Khatib Kiai Haji Ali Mahfudz mengingatkan jemaah tentang kisah Nabi Ibrahim As dan Ismail As sebagai refleksi spiritual Iduladha.
Ia mengajak jemaah untuk saling mengasihi dan menjadikan Iduladha sebagai momentum introspeksi diri. Selain itu, jemaah juga didorong untuk berdoa bagi jemaah haji Indonesia, terutama yang berasal dari Negeri Sepa.
Usai pelaksanaan Salat Id, masyarakat saling bermaafan dan merajut kembali tali silaturahmi. Tradisi ditutup dengan tahlil dan doa bagi leluhur serta harapan akan keberlanjutan rezeki yang melimpah bagi Negeri Sepa.
Diolah dari laporan CNN Indonesia.

