ZONAUTARA.com – Di tengah lumpur sisa banjir yang masih memenuhi permukiman warga, Rahayu Mokodompit (40) tampak sibuk membilas pakaian yang sempat terendam air.
Dengan tangan penuh lumpur, warga Desa Solimandungan II itu berusaha menyelamatkan seragam sekolah anak-anaknya yang terseret arus banjir.
Banjir yang melanda Kecamatan Bolaang pada Rabu, 28 Mei 2026, dilaporkan berdampak di empat desa, yakni Solimandungan II, Solimandungan I, Komangaan, dan Komangaan.
Di antara wilayah terdampak, Desa Solimandungan II menjadi salah satu desa dengan kerusakan paling parah.
Saat banjir menerjang, Rahayu mengaku tidak sempat menyelamatkan barang-barang di dalam rumah. Air datang begitu cepat hingga merusak lemari pakaian milik keluarganya.

“Waktu banjir so nda sempat ambe apa-apa. Lemari langsung rusak dihantam arus,” ujarnya, Kamis, (28/5/2026)
Sebagai ibu dari enam anak, Rahayu kini harus memilah pakaian yang masih bisa digunakan.
Anak-anaknya terdiri dari balita, pelajar TK, hingga SMA. Sebagian seragam sekolah ditemukan bercampur lumpur setelah terbawa arus banjir.
Karena akses air di rumahnya terganggu, Rahayu terpaksa menumpang di rumah tetangga untuk mencuci pakaian dan membersihkan seragam anak-anaknya yang kotor akibat lumpur.
Di halaman rumah tetangganya, ia tampak menyisir tumpukan lumpur sambil memisahkan pakaian yang masih dapat dicuci dari yang sudah rusak. Sesekali ia mengangkat seragam sekolah yang kotor dan sobek akibat terseret arus.
Banjir tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga menghanyutkan berbagai kebutuhan keluarga, termasuk perlengkapan sekolah anak-anak.
Hingga kini, warga di empat desa terdampak masih berupaya membersihkan rumah dan menyelamatkan barang-barang yang tersisa.

