Dua Dugaan Penyebab Kematian Satu Keluarga di Temanggung

Penyelidikan polisi atas kematian satu keluarga di Temanggung dengan dua dugaan utama: keracunan makanan atau gas.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: Tirto.id

ZONAUTARA.com – Polres Temanggung, Jawa Tengah, sedang menyelidiki kematian tragis empat orang dari satu keluarga di Kledung, Kabupaten Temanggung. Polisi menduga insiden ini disebabkan oleh keracunan makanan atau gas hasil pembakaran.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Deputra, menjelaskan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal tim dokter forensik, ada dua dugaan penyebab kematian korban. “Dugaan sementara ada dua, yakni keracunan makanan dan keracunan gas hasil pembakaran,” kata Komang di Temanggung, Jumat (29/5/2026), dilansir dari Antara.

Keempat korban, berinisial MHM (52), M (43), AEH (17), dan BAH (21), merupakan warga Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Proses autopsi telah dilaksanakan pada Kamis (28/5) dan selesai pada siang hari.

Dari empat korban, hanya jenazah AEH yang diotopsi secara menyeluruh atas persetujuan keluarga. “Korban AEH dipilih karena dianggap paling sehat dan merupakan seorang atlet,” ujarnya. Komang menambahkan bahwa hasil autopsi lengkap masih menunggu pemeriksaan dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan serta Direktorat Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah, yang diperkirakan membutuhkan waktu dua hingga lima hari.

Dalam olah tempat kejadian perkara, polisi mengamankan lima unit telepon seluler, satu unit mobil, satu kamera, satu set kompor gas portabel, serta satu tungku tanah liat untuk pembakaran briket. Polisi juga menyita sisa makanan berupa daging, sosis, sayuran, dan nasi putih yang diduga digunakan untuk kegiatan memasak di lokasi kejadian. “Peralatan memasak ditemukan dalam keadaan tidak menyala,” kata Komang.




Kompor gas portabel ditemukan di luar tenda, di area teras pintu masuk. Pintu tenda dan ventilasi di sisi kiri dan kanan ditemukan tertutup rapat. “Hasil pemeriksaan di lokasi tidak ditemukan bekas muntahan atau tanda mencurigakan lainnya. Di dalam tenda hanya terdapat dua kasur dan kantong tidur,” ujarnya. Penyidik telah memeriksa empat saksi dari pihak pengelola tempat wisata untuk mendalami kasus tersebut.

Diolah dari laporan Tirto.id.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com