ZONAUTARA.com – Pada 24 Oktober 2003, penerbangan supersonik Concorde mengakhiri perjalanan komersialnya dengan penerbangan terakhir dari Bandara John F. Kennedy (JFK) New York ke London yang dihadiri seratus pesohor seperti aktris Joan Collins dan supermodel Christie Brinkley. Kapten Michael Bannister dengan pengalaman 8.000 jam terbang menjadi pengemudi pesawat ini dalam peristiwa bersejarah tersebut. “Ada sedikit kesedihan, tetapi kami ingin menjadikan pensiunnya Concorde sebagai sebuah momen perayaan, dengan gaya dan keanggunan yang pantas untuk pesawat luar biasa ini,” ujarnya kepada wartawan sebelum keberangkatan.
Penerbangan JFK ke Heathrow berlangsung selama tiga jam dua puluh menit, menandai akhir perjalanan komersial Concorde yang dimulai sejak 1969. Keputusan untuk menghentikan operasi Concorde bukanlah tanpa alasan. Tiga tahun sebelumnya, pada 25 Juli 2000, terjadi kecelakaan fatal yang melibatkan Air France penerbangan 4590 akibat serpihan ban yang menyebabkan kebakaran dan menewaskan 113 orang.
Setelah serangan 11 September 2001, permintaan untuk penerbangan supersonik semakin menurun. Kerugian terkait operasional Concorde terus menumpuk, dengan kebutuhan bahan bakar yang tinggi dan mahalnya tiket, yang dijual seharga $9.000 per tiket pulang-pergi. Saat itu, hanya British Airways dan Air France yang mengoperasikan Concorde, itupun karena dukungan pemerintah.
Keinginan untuk menerbangkan pesawat komersial dengan kecepatan melebihi suara telah ada sejak akhir 1950-an, ketika teknologi jet tempur sudah menunjukkannya adalah mungkin. Namun, kendala teknis dan ekonomi merupakan tantangan besar. Selain masalah bahan bakar yang tidak efisien, ada juga isu kebisingan dan dampak lingkungan yang merintangi kesuksesannya.
Kini, lebih dari dua dekade setelah pensiun Concorde, industri penerbangan kembali menggali keinginan lama untuk menghidupkan kembali penerbangan supersonik. Perkembangan teknologi dan kesadaran atas dampak lingkungan akan menjadi tantangan maupun dorongan penting dalam usaha ini. Apakah penerbangan supersonik akan kembali mengudara? Hanya waktu yang akan menjawab.
Diolah dari laporan Tirto.id.

