ZONAUTARA.com – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar Bahasa Prancis diterapkan sebagai mata pelajaran di semua tingkatan sekolah di Indonesia. Instruksi ini diberikan saat kunjungan kenegaraan di Paris, Prancis, pada Kamis (28/5). Prabowo menekankan pentingnya hubungan baik antara Indonesia dan Prancis di bidang sains, teknologi, dan pendidikan.
Prabowo dalam pidatonya di Istana Elysee menyatakan, “Saya sudah instruksikan agar semua tingkatan sekolah di Indonesia harus belajar Bahasa Prancis, melihat perkembangan dunia ke depan,” tegasnya ketika acara tersebut disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden.
Di tengah situasi global yang tidak menentu, Prabowo yakin Indonesia dan Prancis bisa memainkan peran positif. Dia menambahkan, “Indonesia akan selalu mendorong segala usaha untuk memelihara perdamaian,” ujarnya. Sebelum ini, Presiden sudah memperkenalkan bahasa asing lain, seperti Portugis, setelah menerima kunjungan Presiden Brasil Luis Inácio Lula da Silva.
Akan tetapi, rencana Prabowo tentang Bahasa Prancis ini mendapat kritik. Koordinator Perhimpunan dan Pendidikan Guru (P2G), Satriwan Salim, mengatakan bahwa kebijakan tersebut tidak jelas dan cenderung basa basi diplomatik, mengingat belum ada alasan yang jelas untuk kebijakan tersebut.
Satriwan menambahkan, berdasarkan RPJMN 2025-2029, pendidikan bahasa asing seperti Prancis dan Portugis bukan prioritas. Dia juga mengkhawatirkan beban kurikulum yang sudah padat serta kebutuhan realistis untuk menyiapkan sekitar 480 ribu guru bahasa asing jika kebijakan ini diimplementasikan di 240 ribu sekolah.
Diolah dari laporan CNN Indonesia.

