ZONAUTARA.com – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP berharap Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi, bisa menunjukkan ijazahnya saat melakukan blusukan ke sejumlah daerah dalam waktu dekat. Harapan ini disampaikan terkait meningkatnya rasa penasaran masyarakat mengenai polemik ijazah yang dimiliki Jokowi.
Anggota DPR dari Fraksi PDIP, Andreas Hugo Pareira, mengungkapkan bahwa warga di daerah pemilihannya, Nusa Tenggara Timur (NTT), cukup sering menanyakan keaslian ijazah Jokowi. Oleh karena itu, Andreas berharap bahwa Presiden Jokowi dapat menjawab langsung pertanyaan masyarakat tersebut selama blusukan nanti.
“Di NTT banyak orang yang ini, bertanya gitu, pas saya pulang ‘eh bapak bener tidak nih ijazahnya Pak Jokowi itu asli atau palsu?’ Sebetulnya Pak Jokowi (jika blusukan) ke sana, tentu (masyarakat bisa) tanya sendiri langsung,” kata Andreas saat acara Bimtek PDIP di Jakarta Utara pada Sabtu (30/5). Blusukan tersebut dijadwalkan akan dimulai akhir Juni mendatang ke provinsi NTT, Sumatera Barat, dan Lampung.
Wakil Ketua Komisi XIII DPR tersebut juga menegaskan bahwa partainya tidak khawatir dengan rencana blusukan Jokowi. Menurut Andreas, PDIP tetap optimis bisa memenangkan Pemilu meskipun mantan kadernya itu sudah tidak lagi aktif di partai. “Apa yang dikhawatirkan? Wong waktu dia Presiden aja kita menang kok,” tambah Andreas.
Senada dengan Andreas, Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi, Djarot Saiful Hidayat, menekankan pentingnya agar tidak ada lagi drama mengenai polemik ijazah tersebut. Djarot pun mendukung agar dalam kunjungan tersebut, Presiden Jokowi dapat menunjukkan secara langsung keaslian ijazahnya kepada masyarakat. “Tapi ya beliau juga harus bisa menjelaskan, menunjukkan untuk supaya masyarakat betul-betul yakin ya bahwa ijazahnya itu asli. Tunjukkan aja ijazahnya,” ujar Djarot.
Ketua DPP PSI Bidang Politik, Bestari Barus, juga menginformasikan bahwa Jokowi dalam waktu dekat akan berkunjung ke beberapa daerah dengan tujuan bertemu masyarakat, relawan, dan pengurus PSI. Tiga daerah yang menjadi tujuan awal adalah Lampung, NTT, dan Sumatera Barat.
Diolah dari laporan CNN Indonesia.

