ZONAUTARA.com – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Kemenkes Surabaya melaksanakan seminar ilmiah bertajuk “Awareness Today, Protection Tomorrow” sebagai upaya menekan angka kematian akibat penyakit kardiovaskular. Acara tersebut, yang diadakan dalam rangka memperingati Hari Gagal Jantung Sedunia pada Jumat (29/5/2026), mendidik 100 dokter umum dari berbagai Puskesmas di Surabaya dalam hal skrining dini hipertensi dan gagal jantung.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, Sp.B., FINACS, FICS, menyampaikan keprihatinannya atas data yang menunjukkan lebih dari 7.000 kasus hipertensi dan gagal jantung terjadi di Surabaya pada periode 2025 hingga 2026. “Prevalensinya mencapai 19 persen pada kelompok usia di atas 18 tahun,” ujar dr. Billy.
Kementerian Kesehatan terus menggulirkan program KJSU (Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi) dengan fokus di Surabaya berupa penguatan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Dokter spesialis jantung RSUP Kemenkes Surabaya, dr. Irma Maghfirah, Sp.JP(K), menambahkan bahwa mayoritas pasien gagal jantung ditangani setelah gejalanya parah.
Dr. Irma menyoroti pentingnya skrining hipertensi di Puskesmas untuk mengurangi risiko gagal jantung. “Banyak pasien dirujuk ketika sudah menunjukkan gejala sesak napas berat, padahal deteksi dini bisa menghindari kondisi tersebut,” jelasnya.
Seminar juga membahas manajemen pengobatan dan pentingnya edukasi untuk memastikan pasien mengonsumsi obat secara teratur. RSUP Kemenkes Surabaya juga tengah mengembangkan Prototype Heart Failure Service untuk penanganan komprehensif gagal jantung yang diharapkan membuat proses rujukan lebih efektif.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

