ZONAUTARA.com – Persiapan menuju putaran Piala Dunia 2026 kini memasuki fase krusial. Pada Minggu (31/5), Stadion kybunpark di St Gallen akan menjadi tuan rumah pertandingan persahabatan internasional antara Swiss, salah satu kekuatan mapan Eropa, dan Yordania, tim debutan dari Asia.
Bagi timnas Swiss yang dikenal dengan sebutan Rossocrociati, keikutsertaan di Piala Dunia mendatang akan menjadi kali keenam berturut-turut mereka di ajang tertinggi sepak bola dunia. Sementara itu, Yordania hadir dengan status sebagai debutan yang telah berhasil mengamankan tiket pertama mereka ke Piala Dunia. Swiss, yang tergabung di Grup B bersama Kanada, Qatar, dan Bosnia & Herzegovina, memiliki misi besar untuk melampaui prestasi tradisional mereka.
Meskipun Swiss dikenal sebagai tim yang konsisten di Eropa, skuat asuhan Murat Yakin belum pernah mencapai perempat final sejak 1954. Dengan pemain andalan seperti Granit Xhaka dan Manuel Akanji, masyarakat Swiss berharap tahun ini mereka dapat meraih pencapaian lebih baik. Di sisi lain, Yordania yang dilatih oleh Jamal Sellami, tidak bisa dianggap remeh. Keberhasilan mencapai final Piala Asia terbaru menunjukkan bahwa The Chivalrous memiliki organisasi permainan yang solid. Tergabung di Grup J bersama juara bertahan Argentina, pertandingan melawan Swiss akan menjadi simulasi penting untuk menghadapi tim besar dunia.
Mengingat waktu turnamen utama semakin dekat, fokus kedua pelatih kemungkinan akan mengutamakan kebugaran pemain dan ritme permainan dibandingkan hasil akhir pertandingan. Yordania diharapkan memberikan tantangan melalui serangan balik cepat yang diperagakan oleh Al-Taamari. Namun, pengalaman dan kedalaman skuat Swiss membuat tuan rumah diunggulkan untuk meraih kemenangan tipis.
Prediksi Media Indonesia menyebutkan pertandingan ini akan berakhir dengan kemenangan Swiss 2-1 atas Yordania.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

