Tekstil Terpukul Lonjakan BBM dan Pelemahan Rupiah

Industri tekstil Indonesia tertekan akibat lonjakan harga BBM dan pelemahan Rupiah.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: CNBC Indonesia – News

ZONAUTARA.com – Bisnis tekstil di Indonesia kini menghadapi masalah yang semakin kompleks akibat pelemahan nilai tukar Rupiah dan lonjakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Mata uang Rupiah menyentuh level Rp 17.800 per Dolar AS, memicu dampak lanjutan terhadap biaya produksi dan operasional.

Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI), Redma Gita Wirawasta, mengungkapkan bahwa kenaikan harga BBM telah menyebabkan biaya bahan baku meningkat hingga 40 persen. Situasi ini memaksa pabrik-pabrik untuk mengurangi tingkat utilisasi lantaran biaya produksi yang naik tajam.

Pelemahan ekonomi global dan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia turut memperburuk keadaan. Gangguan pada rantai pasok global juga menyebabkan ketersediaan bahan baku semakin sulit diperoleh, menambah tekanan bagi industri yang sangat bergantung pada impor bahan baku petrokimia.

“Kenaikan harga BBM membuat biaya bahan baku naik 40% sehingga pabrik harus mengurangi utilisasi,” ujar Redma Gita Wirawasta.

Selain tantangan di atas, nilai Tukar Rupiah yang terus melemah memperburuk arus kas perusahaan karena bahan baku dari produk petrokimia harus diimpor. Hal ini berdampak signifikan terhadap keberlangsungan industri tekstil dalam negeri.




Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com