ZONAUTARA.com – Tim nasional Inggris kembali hadir di panggung Piala Dunia sebagai salah satu kandidat kuat juara. Di bawah bimbingan Thomas Tuchel, pelatih asal Jerman, generasi emas Three Lions bertekad mengakhiri penantian panjang selama 60 tahun sejak terakhir kali menjuarai Piala Dunia pada 1966.
Dalam beberapa tahun terakhir, timnas Inggris tampil konsisten di berbagai turnamen besar meski belum berhasil meraih gelar yang diidamkan. Prestasi mencolok termasuk mencapai semifinal Piala Dunia 2018 di Rusia, melaju ke final Euro 2020, serta menembus perempat final Piala Dunia 2022 di Qatar.
Di bawah kepemimpinan Tuchel, Inggris tampil dominan dalam fase kualifikasi Piala Dunia 2026, menyapu bersih delapan pertandingan dengan kemenangan tanpa kebobolan. Harry Kane menjadi tumpuan utama di lini depan Inggris.
Keputusan pelatih dalam pemilihan skuad akhir juga menarik perhatian. Penyerang Ivan Toney dan Ollie Watkins masuk dalam daftar, sementara beberapa pemain seperti Harry Maguire dan Phil Foden tersingkir. Tuchel menekankan kepercayaan dan kekompakan tim menjadi pertimbangan utama.
Kekuatan Inggris terletak pada keseimbangan antara pemain senior berpengalaman dan generasi muda berbakat seperti Bukayo Saka. Meski dikenal sebagai kekuatan besar dalam sepak bola, Inggris hanya sekali menjuarai Piala Dunia dan berharap mengakhiri penantian panjang tahun ini.
Diolah dari laporan Antara.

