ZONAUTARA.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Dusun Lambagu, Desa Sumare, Kecamatan Simboro, Mamuju, Sulawesi Barat, sejak Kamis (4/6). Api hingga kini belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Kendala utama dalam penanggulangan kebakaran ini adalah akses jalan yang sulit, sehingga kendaraan pemadam tidak bisa menjangkau titik api dengan cepat.
Kejadian ini dilaporkan oleh Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) ke Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Sulawesi Barat. Kebakaran pertama kali terlihat sekitar pukul 13.30 WITA, namun pemadaman terus dilakukan hingga malam hari. Lokasi kebakaran ini pernah terbakar satu minggu sebelumnya, yaitu pada 28 Mei 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, menyatakan bahwa penanganan bencana dilakukan secara terpadu dengan prioritas pada keselamatan masyarakat dan percepatan respons. Tim gabungan yang dikerahkan meliputi BPBD Provinsi dan Kabupaten Mamuju, Pemadam Kebakaran Provinsi dan Kabupaten, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla), Polri, serta Pemerintah Desa dan TRC PB BPBD Sulbar.
Medan yang berbukit dan minim akses merupakan kendala utama bagi petugas pemadam kebakaran. Mereka hanya bisa mengandalkan peralatan manual dan strategi pembasahan dengan jarak yang terbatas. Hingga saat ini, tidak dilaporkan adanya korban luka, korban jiwa, atau warga yang mengungsi. Pendataan luas area yang terbakar dan estimasi kerugian masih dilakukan.
Muhammad Yasir Fattah mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di saat cuaca panas dan musim kemarau. “Satu puntung rokok atau percikan api kecil bisa meluas cepat. Koordinasi dengan aparat desa dan pemadam setempat sangat penting,” tegasnya. Masyarakat yang menemukan titik api atau kepulan asap diharapkan segera melapor ke Pusdalops-PB BPBD Sulbar.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

