ZONAUTARA.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa investor asing melakukan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp4,1 triliun di pasar modal domestik pada Mei 2026. Meski demikian, pasar modal Indonesia tetap menunjukkan tingkat ketahanan yang memadai.
Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, menjelaskan bahwa perdagangan saham pada Mei 2026 bersifat aktif dan sehat, yang terlihat dari likuiditas yang terjaga dengan rata-rata penawaran harga tertinggi (bid) dan status saham ex-paid yang rendah di level 1,5 persen.
Pada konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK pada 5 Juni 2026, Hasan mengakui bahwa pasar saham domestik mengalami tekanan selama Mei 2026 karena ketidakpastian di pasar global dan domestik. Gejolak ini mendorong investor untuk melakukan penyesuaian portofolio.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir Mei 2026 ditutup di level 6.127,38, mengalami koreksi 11,92 persen secara bulanan dan 29,14 persen secara tahun berjalan. Hasan mengatakan bahwa pasar masih menunjukkan pergerakan dinamis dan konsolidasi memasuki awal Juni 2026.
Sementara itu, pasar obligasi menunjukkan hasil yang berbeda. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) pada akhir Mei 2026 menguat 0,32 persen menjadi 437,26. Namun, imbal hasil SBN naik rata-rata sebesar 5,61 basis poin karena dinamika persepsi risiko global.
Diolah dari laporan Tirto.id.

