ZONAUTARA.com – Presiden China, Xi Jinping, melakukan kunjungan ke Pyongyang untuk bertemu dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, pada Senin (8/6/2026). Pertemuan ini menimbulkan banyak perhatian di Asia Timur, mengingat kebiasaan Xi yang semakin jarang bepergian ke luar negeri dalam beberapa tahun terakhir, selain karena meningkatnya hubungan antara Pyongyang dan Moskow sejak meletusnya perang Rusia-Ukraina.
Pertemuan tersebut bukanlah yang pertama bagi Xi dan Kim, setelah sebelumnya mereka juga bertemu di Beijing dalam acara parade militer besar yang memperingati 80 tahun penyerahan tanpa syarat Jepang kepada Sekutu. Namun, kali ini Xi memilih datang langsung ke Pyongyang, yang menunjukkan pentingnya kunjungan tersebut bagi kepentingan strategis China, menurut William Yang, analis senior Asia Timur Laut dari Crisis Group.
Data dari Asia Society menunjukkan bahwa rata-rata Xi melakukan 14 perjalanan luar negeri per tahun di periode 2013 hingga 2019. Namun, angka ini turun drastis menjadi sekitar enam perjalanan per tahun dalam periode 2022 hingga 2025. Pada 2020, Xi hanya melakukan satu perjalanan luar negeri, dan tidak ada perjalanan di 2021, sebagian karena dampak pandemi Covid-19.
Salah satu alasan utama kunjungan Xi adalah kekhawatiran China terhadap semakin eratnya hubungan Korea Utara dengan Rusia. Selama bertahun-tahun, China menjadi mitra senior dalam hubungan dengan Korea Utara, yang sangat bergantung pada China terutama dalam perdagangan. Pada 2022, sekitar 95 persen perdagangan Korea Utara bergantung pada China. Namun, keseimbangan ini mulai berubah sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.
Korea Utara diketahui mendukung Moskow dengan memasok senjata dan personel militer. Institute for National Security Strategy dari Korea Selatan melaporkan bahwa sejak 2023, Rusia membayar Korea Utara hingga US$14,4 miliar sebagai kompensasi atas pengerahan pasukan dan ekspor persenjataan. Sebagian besar pembayaran diduga berupa teknologi militer sensitif atau komponen presisi yang sulit dideteksi.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

