ZONAUTARA.com – Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI menegaskan komitmennya untuk membangun kesadaran generasi muda terkait isu strategis kawasan perbatasan melalui program kuliah umum BNPP MENYALA di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Sulawesi Utara pada Selasa (9/6). Acara ini bertujuan mengajak praja dan mahasiswa berkontribusi nyata dalam pembangunan kawasan perbatasan.
Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan BNPP, Irjen Pol. Edfrie R Maith, menyampaikan arahan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian. Ia menekankan peran penting generasi muda dalam memahami kawasan perbatasan sebagai ruang pengabdian untuk bangsa. “Saya berharap para praja dan mahasiswa memiliki kepedulian serta komitmen untuk turut berkontribusi dalam pembangunan kawasan perbatasan dan menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya saat menyampaikan arahan tersebut.
Plt. Kepala Biro Keuangan, Umum, dan Humas BNPP RI Belly Isnaeni menyatakan, BNPP MENYALA adalah bagian dari strategi komunikasi publik BNPP untuk mendekatkan isu perbatasan dengan generasi muda yang merupakan calon pemimpin bangsa. Belly menegaskan bahwa perbatasan adalah simbol kedaulatan dan martabat bangsa, bukan sekadar garis di peta.
Robert Simbolon, anggota Kelompok Ahli BNPP, turut menyampaikan pandangannya, mengajak peserta kuliah umum untuk melihat perbatasan sebagai entitas utuh. Menurutnya, kawasan perbatasan membentuk sistem sosial, budaya, ekonomi, dan politik yang saling terhubung. Ia menyoroti kompleksitas pengelolaan perbatasan mengingat Indonesia yang 75 persen wilayahnya adalah perairan.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Koordinasi Pelaksanaan Pengelolaan Batas Wilayah Negara dan Kawasan Perbatasan, Sri Ratna Pasiak, memaparkan potensi unggulan di kawasan perbatasan Sulawesi Utara, termasuk sektor pertanian dan kelautan yang berpotensi mendukung ekspor. Goinpeace H. Tumbel dari Universitas Negeri Manado menyatakan pentingnya penguatan pendidikan dan keterampilan bagi generasi muda untuk berpartisipasi dalam pembangunan bangsa.
Diolah dari laporan Detik.

