Kejagung Akan Periksa Sony Sanjaya Terkait Korupsi MBG

Kejagung akan memeriksa Sony Sanjaya terkait dugaan korupsi MBG pekan depan.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: CNN Indonesia – Nasional

ZONAUTARA.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) berencana memeriksa mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sanjaya, pekan depan terkait kasus korupsi pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemeriksaan tersebut juga untuk mendalami permohonan justice collaborator yang diajukan oleh Sony.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, Syarief Sulaeman Nahdi, menjelaskan bahwa pihak Kejagung ingin mengkonfirmasi pengajuan ini. “Dalam waktu dekat kami akan melakukan pemeriksaan terhadap tersangka SS untuk mengonfirmasi dari pengajuan JC yang disampaikan,” ujarnya kepada wartawan, dikutip Minggu (14/6).

Syarief juga mengungkapkan bahwa pihaknya tengah meneliti 26 nama lain yang disebutkan oleh Sony terlibat dalam kasus korupsi MBG tersebut. Namun, hingga saat ini Sony belum menyampaikan alat bukti yang memperkuat kesaksiannya kepada penyidik.

“Itu (26 nama) sedang kami teliti, kami cek, kami juga punya alat bukti, kami teliti semua. Nanti akan kami panggil, kami periksa saudara SS yang mengajukan JC,” tambahnya. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, menyatakan bahwa pemeriksaan Sony akan dilakukan pekan depan, meskipun tanggal pasti masih belum diumumkan.

Dalam kasus korupsi MBG periode 2025-2026 tersebut, Kejagung telah menetapkan lima orang tersangka. Mereka adalah mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, kaki tangan Sony yaitu Asep Yusuf Somantri (AYS), dan Komisaris PT. Yasa Artha Trimanunggal (YAT), Andri Mulyono. Kejagung mengungkapkan bahwa pengelolaan program MBG seharusnya dilakukan oleh yayasan yang terafiliasi dengan sekolah penerima, namun banyak penyimpangan terjadi dengan penunjukan yayasan yang memiliki afiliasi dengan petinggi BGN. Hal ini menyebabkan mark up harga pengadaan barang yang mengakibatkan kerugian, termasuk dalam pengadaan 21.801 unit motor listrik senilai Rp1,03 triliun, 32.000 pasang sepatu, 31.994 unit tablet, serta 5.400 unit televisi 75 inch.




Diolah dari laporan CNN Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com