ZONAUTARA.com – Bagi masyarakat di wilayah kepulauan, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi atau banyaknya program pemerintah. Yang paling dirasakan warga adalah terpenuhinya kebutuhan dasar seperti listrik yang stabil, akses air bersih, rumah layak huni, dan infrastruktur yang mempermudah aktivitas sehari-hari.
Isu tersebut kembali mengemuka dalam momentum perayaan Hari Ulang Tahun ke-68 Jemaat GMIST Torsina Winangun yang berlangsung pada Jumat (1/5/2026). Di tengah suasana syukur jemaat atas perjalanan pelayanan gereja, perhatian juga tertuju pada berbagai kebutuhan masyarakat yang masih menjadi pekerjaan rumah pembangunan daerah.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) menyatakan sejumlah program prioritas terus didorong untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat, terutama di wilayah-wilayah kepulauan yang selama ini menghadapi tantangan keterbatasan akses layanan.
Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian adalah penyediaan listrik yang lebih andal. Bagi masyarakat kepulauan, ketersediaan listrik tidak hanya berpengaruh pada kenyamanan rumah tangga, tetapi juga berdampak pada pendidikan, pelayanan kesehatan, kegiatan ekonomi, hingga pengembangan usaha kecil.
Selain itu, akses terhadap air bersih masih menjadi kebutuhan penting di sejumlah wilayah. Ketersediaan layanan air bersih yang memadai berpengaruh langsung terhadap kesehatan masyarakat dan kualitas hidup keluarga.
Persoalan perumahan juga menjadi perhatian karena masih terdapat warga yang membutuhkan rumah layak huni, terutama kelompok masyarakat rentan dan keluarga berpenghasilan rendah. Program bantuan perumahan diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas tempat tinggal sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Di sisi lain, pembangunan infrastruktur jalan tetap menjadi faktor penting dalam mendukung mobilitas warga serta memperlancar distribusi barang dan jasa antarwilayah. Bagi daerah kepulauan, konektivitas yang baik dapat membuka akses ekonomi dan mempercepat pelayanan publik.
Momentum perayaan ulang tahun jemaat juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, gereja, dan pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah. Selama puluhan tahun, gereja tidak hanya berfungsi sebagai pusat pembinaan spiritual, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat yang turut berkontribusi dalam menjaga persatuan dan semangat gotong royong.
Bagi masyarakat Sitaro, pembangunan yang paling bermakna adalah pembangunan yang dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika listrik tersedia dengan baik, air bersih mudah diakses, rumah lebih layak ditempati, dan jalan semakin memadai, maka manfaat pembangunan benar-benar hadir di tengah masyarakat.
Karena itu, harapan warga tidak hanya pada bertambahnya program pembangunan, tetapi pada percepatan realisasi kebutuhan-kebutuhan dasar yang menjadi fondasi utama peningkatan kesejahteraan masyarakat kepulauan.

