ZONAUTARA.com – Menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) bukan hanya soal kemampuan baris-berbaris dan menjalankan tugas saat upacara 17 Agustus. Di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), proses pembinaan Paskibraka diarahkan untuk membentuk generasi muda yang disiplin, tangguh dan memiliki rasa tanggung jawab.
Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan Paskibraka Tingkat Kabupaten Sitaro Tahun 2026 mulai dilaksanakan setelah dibuka Pemerintah Kabupaten Sitaro pada Jumat (7/8/2026).
Para calon Paskibraka akan mengikuti pelatihan secara intensif sebagai persiapan menjalankan tugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Namun, pembinaan tersebut tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis. Peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai kedisiplinan, ketahanan fisik, wawasan kebangsaan, kerja sama hingga pembentukan karakter.
Pj. Sekretaris Daerah Sitaro, Eddy S. Salindeho, mengatakan proses tersebut penting karena Paskibraka harus menjadi pengalaman yang memberikan nilai lebih bagi peserta, bukan hanya untuk kebutuhan upacara.
“Paskibraka bukan hanya tentang kemampuan baris-berbaris dan mengibarkan bendera. Yang lebih penting adalah bagaimana proses ini membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, kekompakan dan karakter generasi muda Sitaro,” kata Eddy.
Menurut dia, pengalaman selama mengikuti pendidikan dan pelatihan diharapkan dapat terus dibawa peserta setelah mereka menyelesaikan tugas sebagai Paskibraka.
“Apa yang mereka dapatkan selama pelatihan harus menjadi bekal ketika kembali ke sekolah, keluarga dan lingkungan masyarakat. Mereka diharapkan mampu menjadi contoh bagi teman-temannya dan menunjukkan bahwa generasi muda Sitaro memiliki disiplin, tanggung jawab dan semangat kebangsaan,” ujarnya.
Pelatihan Paskibraka melibatkan sejumlah unsur, termasuk pelatih dan pembina dari TNI/Polri serta perangkat daerah terkait.
Selain melatih kemampuan fisik dan baris-berbaris, pembinaan juga menjadi ruang bagi peserta untuk belajar bekerja dalam tim, mengikuti aturan, menjaga kekompakan dan menyelesaikan tanggung jawab secara bersama-sama.
Nilai tersebut menjadi penting karena anggota Paskibraka merupakan bagian dari generasi muda yang nantinya akan kembali ke lingkungan masing-masing dan mengambil peran di tengah masyarakat.
Puncak dari rangkaian pelatihan tersebut adalah pelaksanaan tugas pengibaran dan penurunan bendera Merah Putih pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Namun, ukuran keberhasilan pembinaan Paskibraka tidak semata-mata dilihat dari kesempurnaan mereka ketika menjalankan tugas pada 17 Agustus.
Lebih jauh, program ini diharapkan mampu meninggalkan pengalaman dan karakter yang dapat diterapkan peserta dalam kehidupan sehari-hari.
Sebab, setelah bendera dikibarkan dan upacara berakhir, para peserta akan kembali menjadi pelajar dan bagian dari masyarakat.
Di situlah nilai utama Paskibraka diuji: apakah disiplin, tanggung jawab, kekompakan dan semangat kebangsaan yang mereka pelajari selama pelatihan benar-benar menjadi bagian dari karakter mereka.

