ZONAUTARA.com – Pemerintah Kota Palu mengambil tindakan cepat dengan menutup sementara Jembatan Palu III di Sulawesi Tengah, setelah terguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 pada Selasa, 16 Juni.
“Penutupan sementara akses berdasarkan instruksi kepala daerah, terjadi beberapa kendala pada bagian jembatan setelah diguncang gempa,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan Kota Palu, Trinso Yunianto, di Palu, Selasa.
Guna mengurangi kemacetan, Dishub Palu bersama kepolisian menerapkan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan arus dari Jalan Kimaja ke Jalan Rajamoili, sementara Jembatan Palu IV menjadi jalur alternatif untuk menuju Palu Barat. Kendaraan dari arah Jalan KH Wahid Hasyim dialihkan ke Jalan Teuku Umar, dan Jembatan Palu I digunakan untuk ke arah timur.
“Rambu-rambu sudah dipasang. Petugas dari kepolisian dan Dishub sudah disiagakan untuk mengatur arus lalu lintas,” tambah Trinso.
Pemerintah juga telah menurunkan tim khusus untuk memeriksa kondisi struktur jembatan, terutama bagian sambungan yang mengalami retakan. Keputusan kelayakan jembatan menunggu evaluasi dari instansi teknis terkait. Trinso menegaskan bahwa langkah ini dilakukan demi keamanan masyarakat pasca-gempa. “Kami berharap masyarakat memahami situasi ini dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas,” ucapnya.
Gempa tercatat terjadi pukul 10.27 WIB dengan kedalaman 10 kilometer, berlokasi 42 kilometer di tenggara Kota Palu. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat 71 kali gempa susulan hingga pukul 14.30 Wita di wilayah Palu dan sekitarnya.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

