ZONAUTARA.com – Australia akan menghadapi Amerika Serikat dalam pertandingan Piala Dunia pada Jumat (19/6/2026) waktu setempat. Tim Socceroos, yang dipimpin oleh pemain muda Nestory Irankunda, diharapkan dapat mengandalkan kecepatan dan determinasi untuk mengatasi lawan yang kelelahan.
Irankunda, yang baru berusia 20 tahun, menunjukkan performa luar biasa saat memulai pertandingan melawan Turki, dan kini menjadi salah satu pemain terpenting bagi Australia. Meskipun masih belajar, kemampuannya untuk melakukan transisi dengan cepat dan menciptakan peluang dapat menjadi kekuatan besar bagi tim.
Australia juga menggunakan lima pergantian pemain dalam pertandingan sebelumnya, termasuk tiga saat masih unggul 1-0. Dengan beberapa pemain mengalami masalah kesehatan, seperti Aiden O’Neill dan Mo Touré, rotasi pemain menjadi sangat penting untuk menjaga kebugaran tim sepanjang turnamen.
Satu poin dalam pertandingan ini hampir pasti akan mengamankan tempat Australia di babak 32 besar, menjelang pertandingan ketiga melawan Paraguay yang dianggap sebagai tim terlemah di Grup D. Menang dalam grup ini akan membuat Australia tetap berada di San Francisco Bay Area untuk babak selanjutnya, menghadapi tim peringkat ketiga dari grup lain.
Sementara itu, bagi tim Amerika Serikat, rotasi di lini tengah akan menjadi kunci. Pelatih Paraguay, Gustavo Alfaro, memuji trio gelandang Weston McKennie, Tyler Adams, dan Malik Tillman yang berperan penting dalam permainan tim. Jika AS ingin memanfaatkan penguasaan bola, mereka harus mampu menciptakan celah di pertahanan Australia yang dikenal tangguh.
Pelatih AS, Mauricio Pochettino, menegaskan bahwa kemenangan 4-1 melawan Turki hanyalah awal dan tim harus siap menghadapi tantangan yang lebih berat melawan Australia. Selain itu, mencetak gol lebih awal bisa menjadi strategi efektif untuk memaksa Australia keluar dari pertahanan mereka dan bermain lebih terbuka.
Australia dikenal dengan pertahanan terorganisir dan intensitas tinggi, mirip dengan Paraguay yang juga memiliki pertahanan solid. Namun, jika Paraguay ingin meraih hasil maksimal, mereka harus berani bertindak lebih agresif dan tidak hanya bertahan.
Sumber: The Guardian

