China Luncurkan Buku Putih Baru Mengenai Tata Kelola Global

China luncurkan buku putih terbaru mengenai tata kelola global, serukan reformasi demi keadilan bagi negara berkembang.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: CNBC Indonesia – News

ZONAUTARA.com – China meluncurkan buku putih terbaru yang memuat pandangannya mengenai tata kelola global dan menyerukan reformasi sistem internasional agar lebih adil serta inklusif. Peluncuran ini dimaksudkan untuk memperkuat posisi Beijing sebagai pendukung multilateralisme di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Langkah ini juga bertujuan memberikan ruang lebih besar bagi negara-negara berkembang atau Global South.

Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, mengungkapkan bahwa dunia saat ini menghadapi tantangan kompleks yang membutuhkan komitmen baru terhadap multilateralisme. “Tata kelola global seperti perahu yang berlayar melawan arus kuat dan berisiko terbalik jika tidak digerakkan. Saat dunia memasuki periode turbulensi baru, lebih dari sebelumnya, kita perlu menghidupkan kembali multilateralisme untuk menegakkan aturan dan supremasi hukum serta meningkatkan efektivitas tata kelola,” ujar Wang dalam konferensi pers peluncuran dokumen tersebut, seperti dikutip Channel News Asia, pada Jumat (19/6/2026).

Buku putih berjudul “A Fairer and More Equitable Global Governance System: China’s Propositions and Actions” ini memperluas konsep yang sebelumnya diperkenalkan melalui Global Governance Initiative (GGI) yang digagas Presiden China, Xi Jinping. Dokumen hampir 50 halaman tersebut memuat visi Beijing untuk membangun sistem internasional yang lebih inklusif dan berbasis pada peran sentral Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dalam dokumen ini, China juga membahas berbagai tantangan global, mulai dari konflik di Ukraina hingga ketegangan di Timur Tengah. Meskipun tidak secara langsung menyebut negara tertentu, Beijing mengkritik praktik perang dagang, persaingan teknologi, serta kecenderungan sejumlah negara besar yang menarik diri dari organisasi internasional. Wang menegaskan perlunya menyelesaikan tantangan global melalui penghormatan terhadap Piagam PBB, kesetaraan kedaulatan negara, dan hukum internasional.

Salah satu tema utama dalam buku putih ini adalah meningkatkan peran Global South, yang mencakup banyak negara berkembang di Asia, Afrika, dan Amerika Latin. China mendorong reformasi lembaga keuangan internasional seperti International Monetary Fund (IMF) dan World Bank (Bank Dunia), agar representasi negara berkembang dalam pengambilan keputusan global semakin besar.




Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com