ZONAUTARA.com – Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan bahwa pesawat tak berawak milik Israel melakukan serangan ke wilayah Lebanon di tengah persetujuan kedua negara untuk melakukan gencatan senjata. Serangan ini dilaporkan pada Sabtu, 20 Juni 2026, berdasarkan informasi dari Al Jazeera.
Meski Israel dan Hizbullah dikabarkan telah sepakat menghentikan permusuhan, serangan tetap berlanjut. Akibatnya, warga di selatan Lebanon mempertanyakan relevansi kesepakatan tersebut.
“Rasanya tidak seperti gencatan senjata,” ungkap Heidi Pett, reporter dari Al Jazeera, saat melaporkan dari Tyre di Lebanon setelah serangan terjadi.
Seorang diplomat anonim dari Al Jazeera menjelaskan bahwa gencatan senjata dimaksudkan untuk menghentikan eskalasi di Lebanon dan mendukung upaya menjadikan kesepakatan sementara AS-Iran sebagai perdamaian regional yang berkelanjutan.
Pejabat Hizbullah menegaskan kepada Al Jazeera bahwa kesepakatan tetap berlaku selama Israel mematuhinya. “Israel tetap berkomitmen teguh pada gencatan senjata segera. Jika Hizbullah menghormati perjanjian dan menghentikan permusuhannya, mereka akan disambut dengan tenang,” ujar Yechiel Leiter, Duta Besar Israel untuk AS.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, bersama Presiden Lebanon, Joseph Aoun, dijadwalkan akan membahas gencatan senjata Lebanon-Israel di Washington pada 23 hingga 25 Juni. Juru Bicara PBB, Stephane Dujarric, menyambut baik upaya ini dan berharap gencatan senjata dapat benar-benar dihormati oleh kedua pihak.
Diolah dari laporan Tirto.id.

