ZONAUTARA.com – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyatakan pihaknya memantau ketat potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai perusahaan. Menurut laporan perwakilan buruh, setidaknya empat perusahaan berencana melakukan PHK.
Yassierli menuturkan kepada wartawan di Kemenko Perekonomian, Senin (22/6/2026), bahwa pemerintah akan terus mengawasi perkembangan situasi PHK dan memasuki proses mediasi bila diperlukan. “Kita terus monitor. Jadi setiap ada, artinya kan prosesnya itu mulai dari internal perusahaan, kemudian sampai ke kita,” jelas Yassierli.
Menaker juga menyebutkan bahwa jika penyelesaian antara serikat buruh dan perusahaan tidak tercapai secara bipartit, mediator akan dilibatkan. “Nanti ada yang kita dorong selesaikan secara bipartit, ada yang kemudian nanti mediator kita turun. Intinya kita terus monitor,” tambahnya.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menyampaikan tengah dilakukan langkah mitigasi untuk mencegah PHK, terpicu ketidakpastian ekonomi global akibat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Hasil kunjungan lapangan menunjukkan dampak negatif perang bagi perusahaan berorientasi ekspor dan terlibat impor bahan baku.
Said Iqbal menguraikan empat perusahaan yang berpotensi menutup operasionalnya: PT Pakerin di Mojokerto, Jawa Timur (2.500 pekerja); PT Fengtai di Kabupaten Bandung, Jawa Barat (4.000 pekerja); serta PT J dan PT A di Pasuruan, Jawa Timur, yang juga mengancam ribuan pekerja.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

