ZONAUTARA.com – Pertandingan antara Skotlandia dan Brasil di Piala Dunia 2026 berlangsung penuh ketegangan pada Jumat dini hari WIB. Wasit memeriksa monitor VAR dan membatalkan gol yang dicetak oleh Brasil, setelah dinyatakan bahwa Hendry mungkin telah menghubungi Vini Jr sebelum gol tersebut. Keputusan ini menjadi angin segar bagi Skotlandia, yang sebelumnya merasa dirugikan oleh insiden penalti McTominay melawan Maroko.
Di menit ke-23, VAR terlibat kembali saat Vini Jr tampak menyentuh pergelangan kaki Hendry sebelum mengambil bola darinya, menambah drama pada pertandingan ini. Gol yang tampak sah untuk Brasil dibatalkan, menyisakan ketidakpastian di lapangan. Hendry yang berusaha menguasai bola malah kehilangan kendali, dan Vini Jr berhasil mencetak gol di menit ke-9, memberikan Brasil keunggulan awal yang menegangkan bagi para pendukung Skotlandia.
Skotlandia mencoba membangun serangan, namun permainan cepat Brasil membuat mereka kesulitan. Di menit ke-20, permainan hampir berubah menjadi pertandingan basket, dengan kedua tim saling serang tanpa henti. Skotlandia memiliki 58 persen penguasaan bola, tetapi tidak dapat memanfaatkan peluang yang ada.
Brasil semakin meningkat, dan Vini Jr hampir melewati Patterson di sisi kiri, yang terpaksa melakukan pelanggaran untuk menghentikannya. Di sisi lain, peluang Skotlandia untuk menyamakan kedudukan muncul ketika Gannon-Doak berusaha melancarkan serangan balik, tetapi tidak berhasil dan kehilangan bola.
Pertandingan berlangsung ketat dengan kedua tim saling menjajaki kekuatan masing-masing. Suasana di Miami Stadium sangat meriah, dengan kedua fanbase menunjukkan dukungan yang tinggi. Tidak hanya itu, Denis Law menjadi inspirasi bagi para pemain Skotlandia, yang mengenakan kutipan motivasi dari legenda tersebut di dalam jersey mereka.
Menjelang kickoff, banyak pendukung Skotlandia yang merasakan campuran antara harapan dan ketakutan. Beberapa di antara mereka berharap timnya dapat meraih hasil positif, bahkan jika hanya mendapatkan satu poin dari pertandingan ini.
Sumber: The Guardian

