ZONAUTARA.com – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) mencatat sebanyak 11,54 juta perempuan di Indonesia mengambil peran sebagai kepala keluarga pada tahun 2025. Jumlah ini berdasarkan data yang disampaikan oleh Fungsional Muda Bidang Pengarusutamaan Gender (PUG), Tuty Ernawati, dalam sebuah sosialisasi yang bertema “Jaksel Kompak: Melayani dengan Hati, Wujudkan Kesetaraan untuk Semua” yang digelar di Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Dalam acara tersebut, Tuty mengungkapkan bahwa menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Indonesia pada 2025 mencapai 284,4 juta jiwa, dengan komposisi laki-laki sebanyak 50,47 persen dan perempuan sebesar 49,53 persen. Perempuan dewasa berusia 18-59 tahun mencapai sekitar 29,57 persen dari keseluruhan penduduk.
“Perempuan sebagai kepala keluarga memiliki kebutuhan pelayanan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, pembangunan tidak bisa menggunakan pendekatan yang sama untuk semua orang,” ujar Tuty.
Lebih lanjut, Tuty menyatakan bahwa kebijakan harus merespons kebutuhan masyarakat yang beragam agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara inklusif dan berkeadilan. Perempuan, menurutnya, perlu mendapatkan akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat pembangunan yang setara dengan laki-laki.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Selatan, Rizky Hamid, menambahkan bahwa di Jakarta Selatan, 20 dari 65 lurah atau sekitar 31 persen dipimpin oleh perempuan. Ini menunjukkan kemajuan dalam kesetaraan gender di kawasan tersebut.
Kendati demikian, Rizky menegaskan bahwa kesetaraan gender tidak bisa diukur hanya dari angka kepemimpinan, tetapi juga dari kebijakan dan layanan yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Sosialisasi ini juga menekankan pentingnya kesetaraan gender dalam memastikan perempuan mendapatkan dukungan sebagai pemimpin melalui pelayanan publik dan fasilitas memadai, termasuk peningkatan fungsi Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA).
Diolah dari laporan Antara.

