ZONAUTARA.com – Tim penyelamat dan masyarakat Venezuela berkejaran dengan waktu untuk mencari korban selamat pascabencana gempa bumi besar yang mengguncang negara tersebut. Hingga Jumat (26/6), dilaporkan 920 orang telah meninggal dunia akibat gempa yang terjadi, sementara bantuan internasional dan tim penyelamat asing baru tiba hampir dua hari setelah kejadian.
Pemerintah Venezuela menyatakan bahwa 920 orang meninggal, 3.360 orang mengalami luka-luka, dan 172 orang masih terjebak di bawah reruntuhan. Lebih dari 50.000 orang dilaporkan hilang setelah dua gempa yang melanda Caracas dan sekitarnya pada Rabu malam. Pada Jumat (26/6) sore, gempa susulan magnitudo 4,9 terjadi dan terasa hingga ibu kota Caracas dan Kota Maracay.
Di wilayah yang terkena dampak paling parah, termasuk La Guaira, penyaluran bantuan berlangsung lambat. Para warga bersama relawan menggali puing dengan tangan karena kurangnya alat berat dan kehadiran aparat pemerintah yang minim. Jennifer Palacios, salah satu korban, mengatakan anaknya yang berusia enam tahun beserta lima anggota keluarganya tertimbun di kompleks apartemen di La Guaira.
“Komunitaslah yang berhasil menyelamatkan orang-orang hidup-hidup,” kata Jennifer Palacios. “Kami membutuhkan mereka membawa derek untuk memindahkan lempengan beton. Masih ada orang-orang yang terjebak.”
Bencana ini diperkirakan akan berdampak pada situasi politik di Venezuela, terutama bagi Presiden sementara Delcy Rodriguez. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan kerugian langsung dari gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 ini mencapai sekitar US$6,7 miliar. Gempa kedua tersebut merupakan yang terkuat yang melanda Venezuela dalam lebih dari 100 tahun terakhir.
Pemerintah mengumumkan penutupan jalan mulai pukul 20.00 waktu setempat, kecuali untuk tim penyelamat resmi dan tim terdaftar, guna mendukung upaya evakuasi dan menghindari kemacetan yang dapat menghambat proses penyelamatan. Sementara itu, sejumlah warga di Catia la Mar mengambil barang-barang dari toko yang rusak akibat gempa, sementara aparat tidak melakukan tindakan apapun terhadap aksi tersebut.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

