ZONAUTARA.com – Iran dan Pakistan kembali menegaskan komitmen mereka untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas di kawasan, setelah serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat. Pernyataan ini disampaikan melalui percakapan telepon antara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Wakil Perdana Menteri serta Menteri Luar Negeri Pakistan Mohammad Ishaq Dar, sesuai pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Pakistan.
Pernyataan ini muncul setelah AS melancarkan serangan terhadap situs rudal, drone, dan radar Iran dengan tudingan Teheran berada di balik serangan terhadap kapal dagang di Selat Hormuz. Sebagai tanggapan, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menargetkan posisi militer AS di wilayah tersebut dan menyatakan akan memberikan balasan keras jika ketegangan meningkat.
Selama percakapan ini, Araghchi mengucapkan terima kasih kepada Pakistan atas dukungan mereka dalam proses perdamaian dan memfasilitasi pemulangan awak kapal dan nelayan Iran dengan aman. Kedua negara sepakat untuk terus menjaga komunikasi erat dalam upaya diplomatik.
Pada bulan ini, Iran dan AS telah mencapai kesepakatan 14 poin yang dimediasi oleh Pakistan, mulai berlaku pada 18 Juni dengan penandatanganan elektronik oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump. Kesepakatan tersebut mencakup berbagai ketentuan untuk mengakhiri permusuhan, membuka kembali Selat Hormuz, dan mencabut blokade angkatan laut AS terhadap Iran.
Di tengah perundingan yang akan berlangsung selama 60 hari ke depan, pihak Iran memperingatkan bahwa ketidakpatuhan terhadap ketentuan dapat mengakibatkan penangguhan rute yang telah disepakati sebelumnya.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

