Gempa Venezuela: Keluarga Berharap Mukjizat di Tengah Reruntuhan

Gempa berkekuatan 7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela, menewaskan 1430 orang dan ribuan lainnya masih terjebak di reruntuhan.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: BBC News

ZONAUTARA.com – Keadaan darurat melanda negara bagian pesisir La Guaira di Venezuela setelah rentetan gempa berkekuatan besar memporak-porandakan wilayah tersebut pada Rabu. Kejadian ini mengakibatkan 1430 korban tewas terkonfirmasi, sementara ribuan orang lainnya masih terjebak dalam reruntuhan. Gempa ini, dengan kekuatan 7,2 dan 7,5 skala Richter, merupakan salah satu yang terkuat dalam satu abad terakhir di negara ini. Fokus utama saat ini adalah menemukan dan menyelamatkan korban yang masih hidup dari bawah tumpukan beton dan kawat besi.

Tim penyelamat internasional dari Meksiko, Spanyol, Amerika Serikat, dan Inggris telah tiba untuk membantu upaya penyelamatan, meskipun jumlah ini masih dirasa kurang. Menurut PBB, sekitar 50.000 orang dilaporkan hilang. Jorge Rodríguez, Presiden Majelis Nasional Venezuela, menyatakan, “Setiap orang yang diselamatkan adalah sebuah mukjizat.”

Warga Catia La Mar, salah satu kota yang paling parah terdampak di negara bagian La Guaira, berusaha bertahan dengan bantuan makanan dan air yang distribusikan pemerintah. Presiden interim Delcy Rodríguez menyatakan pemerintah telah menerapkan langkah penyelamatan secara komprehensif pada “jam-jam kritis untuk menyelamatkan korban yang masih hidup”.

Di antara para pencari, terdapat Jesús Suárez, yang menempuh perjalanan 200 km untuk mencari putranya, Jean Suárez. “Tidak ada informasi sama sekali,” katanya, merujuk pada bangunan yang ambrol. Dia mengalami dilema yang juga dihadapi banyak orang di sana: tanpa peralatan canggih, menyelamatkan korban terasa mustahil.

Keluarga Carlos Eduardo, pria 31 tahun yang terjebak di bawah reruntuhan, sesekali dapat mendengar suara atau rintihannya. “Kami mulai memanggilnya: Carlos, Carlos, nak… dan saat itu dia mengeluarkan suara,” kata sepupunya. Masyarakat setempat dan relawan menggunakan pesawat tak berawak untuk mencari tanda-tanda kehidupan atau keberadaan korban di lokasi yang sulit dijangkau.




Diolah dari laporan BBC News.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com