ZONAUTARA.com – Ratusan kepala keluarga (KK) di Dusun Bunder, Desa Sumber Pinang, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengalami kesulitan air bersih. Kesulitan ini terjadi akibat kekeringan selama dua bulan terakhir yang menyebabkan sumur-sumur warga mengering.
Sumur yang masih memiliki air menghasilkan air yang keruh dan berbau, tidak layak untuk dipakai sehari-hari. Kondisi ini berdampak pada sekitar 100 KK di RT 003 RW 013, yang terletak dekat dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pakusari. Warga terpaksa mencari sumber air lain yang jaraknya cukup jauh dari permukiman.
Ketua RT setempat, Insiana, menyatakan kekeringan tersebut menjadi persoalan yang rutin dialami setiap musim kemarau. “Sudah sekitar dua bulan ini kami tidak ada air. Kalau masuk musim kemarau memang selalu seperti ini. Sumur warga kering semua, ada yang kedalamannya 10 meter, 13 meter, sampai 16 meter, tapi tetap tidak ada air,” ujar Insiana, Senin (29/6/2026).
Menurut Insiana, warga telah mencoba memperdalam sumur mereka, tetapi sumber air tetap menipis di musim kemarau. Akibatnya, warga harus mengambil air dengan galon bekas berkapasitas 15 liter dari sumber di sekitar TPA Pakusari menggunakan sepeda motor.
Keluhan juga disampaikan oleh Hosna, salah satu warga yang mengalami dampak kekeringan. Hosna mengatakan bahwa dia harus berjalan jauh untuk mendapatkan air bersih karena sumurnya yang berkedalaman 12 meter tidak lagi bisa digunakan.
Warga berharap pemerintah menyalurkan bantuan air bersih mengingat kebutuhan harian semakin sulit dipenuhi. Sebelumnya, bantuan rutin air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember sangat membantu warga, tapi tahun ini belum ada bantuan yang datang.
Kepala BPBD Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo, menyebutkan enam wilayah di zona merah kekeringan termasuk Tempurejo dan Rambipuji, serta meminta camat untuk melakukan koordinasi dan melaporkan kekeringan. BPBD akan melakukan asesmen sebelum menyalurkan bantuan.
Diolah dari laporan Tirto.id.

