Perburuan Pelaku Bom di Prancis, Oligarki Ukraina Terluka

Perburuan pelaku bom paket di Prancis setelah ledakan di Monaco melukai oligarki Ukraina dan keluarga.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: BBC News

ZONAUTARA.com – Perburuan sedang dilakukan di bagian selatan Prancis setelah bom paket meledak di sebuah gedung hunian di Monaco, yang bertetangga dengan Prancis. Ledakan ini menyebabkan cedera parah pada seorang pebisnis kaya asal Ukraina.

Vadym Yermolaiev, istrinya, dan putra mereka yang berusia 13 tahun semuanya terluka dalam serangan tersebut, menurut laporan media Prancis, dan kini dirawat di rumah sakit di Nice. Yermolaiev dan pasangannya berada dalam kondisi kritis.

Ledakan tersebut terjadi sesaat sebelum pukul 21:00 waktu setempat (19:00 GMT) di sebuah gedung apartemen di Rue Révérend Père Louis Frolla, dekat perbatasan dengan Prancis. Pemerintah Monaco menyatakan ledakan disebabkan oleh bom paket.

Christophe Mirmand, Menteri Negara Monaco, mengatakan kepada stasiun televisi Prancis BFM TV bahwa tersangka “nampaknya telah melarikan diri ke Prancis”. Pemerintah Monaco mengatakan seorang tersangka terlihat di sistem pengawasan video sedang melarikan diri menuju komune Beausoleil di Prancis dengan berjalan kaki setelah ledakan.

Gambar dari kamera pengawasan sebelum serangan menunjukkan seorang pria menjatuhkan tas punggung di lobi gedung sesaat sebelum ledakan, menurut laporan surat kabar Prancis Le Figaro. Mirmand mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa perangkat peledak tersebut tampaknya berisi baut dan peluru kecil.




Lebih dari 100 polisi dan tenaga darurat dikerahkan ke lokasi ledakan pada Senin malam. Harri Richie, yang tinggal sekitar 100 meter dari gedung yang menjadi sasaran, mengatakan kepada BBC bahwa dia mendengar “ledakan yang sangat keras” sekitar pukul 21:00 waktu setempat dari tempat parkir bawah tanah tempat dia berada.

Dia kemudian menuju ke apartemennya di lantai 11, di mana dia melihat layanan darurat “menarik dua orang keluar dari gedung yang tampaknya terluka parah”. Layanan darurat tiba sekitar lima menit setelah ledakan, tambahnya, dan ada sebuah helikopter yang melayang di atas sepanjang malam.

“Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah, setahu saya, bahwa tindakan semacam ini terjadi di kerajaan,” ujar Mirmand, kepala pemerintah Monaco. Pangeran Albert II dari Monaco menggambarkan kejadian tersebut sebagai “kejahatan keji” dan “kejutan bagi seluruh komunitas Monaco”.

Dia mengatakan “semua layanan negara terkait saat ini sedang dimobilisasi” bekerja sama dengan otoritas Prancis yang relevan. Yermolaiev adalah pengembang real estat kaya berusia 58 tahun dari Dnipro, kota terbesar keempat di Ukraina, yang tinggal di Monaco. Dia sekarang menjadi warga negara Siprus setelah melepaskan kewarganegaraan Ukraina pada 2019.

Ia memiliki kepentingan besar dalam bisnis anggur dan alkohol di Krimea yang dianeksasi Rusia, dan sejak 2023 telah menjadi subjek sanksi yang diberlakukan oleh pemerintah di Kyiv. Dia dinobatkan sebagai orang terkaya ke-39 di Ukraina oleh majalah Forbes pada 2020, dengan kekayaan $230 juta (£173,8 juta).

Diolah dari laporan BBC News.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com