Trump Tinggalkan Perlakuan Istimewa untuk Israel

Pemerintahan Trump mengubah pendekatan terhadap Israel, mengurangi perlakuan istimewa dan memprioritaskan "America First".

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Foto: CNBC Indonesia – News

ZONAUTARA.com – Hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dilaporkan berada dalam babak baru. Pemerintahan Presiden Donald Trump disebut mulai meninggalkan kebiasaan memberikan perlakuan istimewa kepada Israel dan menerapkan doktrin “America First” secara lebih konsisten terhadap sekutu dekatnya itu.

Laporan dari Politico menyebut bahwa pemerintahan Trump kini tidak lagi memandang Israel sebagai sekutu yang dikecualikan dari pendekatan kebijakan luar negeri tersebut. Seorang penasihat politik Israel yang identitasnya dirahasiakan mengakui bahwa selama ini Tel Aviv keliru menganggap posisinya akan selalu berbeda dari sekutu AS lainnya. “Kami secara naif bertaruh untuk dikecualikan dari prinsip ‘America First’. Tetapi ini tidak bisa bertahan lama. Kami tidak bisa tetap menjadi pengecualian untuk semua keputusan kebijakan luar negeri AS selama empat tahun,” ujarnya.

Perubahan pendekatan Washington ini semakin diperkuat dengan munculnya Wakil Presiden AS J.D. Vance sebagai salah satu pendukung utama kebijakan tersebut. Menurut Politico, Vance bahkan mengingatkan para pejabat Israel agar tidak menganggap dukungan Washington sebagai sesuatu yang pasti. Ia menegaskan AS tetap menjadi “satu-satunya sekutu kuat” Israel. Namun, hubungan kedua negara “tidak boleh dipandang sebagai jaminan tanpa syarat”.

Sinyal renggangnya hubungan kedua negara juga tercermin dari semakin minimnya komunikasi tingkat tinggi antara pejabat kedua negara. Politico mencatat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu hanya sekali mengunjungi Gedung Putih sepanjang 2026, yakni pada Februari. Mengutip sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, Politico melaporkan belum ada rencana untuk kembali mengundang Netanyahu ke Gedung Putih. Bahkan, komunikasi langsung antara pejabat senior kedua negara semakin jarang dilakukan.

Laporan ini mengindikasikan bahwa hubungan pribadi antara Trump dan Netanyahu juga sedang memanas. Sebelumnya, Axios melaporkan Trump melontarkan kritik keras kepada Netanyahu dalam percakapan telepon pada 2 Juni terkait kebijakan Timur Tengah. Trump mengaku kecewa dengan sikap Netanyahu dan menyebut pemimpin Israel itu sebagai “gila”. Jika laporan tersebut akurat, perubahan sikap Washington ini berpotensi menjadi salah satu pergeseran terbesar dalam hubungan AS-Israel selama masa pemerintahan Trump.




Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com