ZONAUTARA.com – Tim nasional Swiss berhasil melaju ke babak 16 besar Piala Dunia setelah mengalahkan Aljazair dalam pertandingan yang berlangsung pada Jumat (3/7/2026) waktu setempat. Johan Manzambi, pemain muda berusia 20 tahun dari Freiburg, tampil mengesankan dengan memberikan assist untuk gol pembuka yang dicetak oleh Breel Embolo, dalam kemenangan yang sangat nyaman bagi Swiss.
Kapten tim, Granit Xhaka, berusaha untuk menahan harapan tinggi yang menyelimuti timnya, namun hal tersebut semakin sulit setelah Swiss mencatatkan kemenangan di pertandingan knockout Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1938. Presiden Swiss, Guy Parmelin, menyatakan bahwa timnya telah berada dalam performa yang baik selama beberapa waktu.
Di tempat VIP, Parmelin mengenakan topi merah mencolok yang mengingatkan pada topi yang sering dikenakan oleh Donald Trump, meskipun Trump belum terlihat di turnamen ini. Alih-alih slogan terkenal “Make America Great Again”, topi Parmelin bertuliskan: “Swiss hebat sejak 1291”. Manzambi, yang sebelumnya telah mencetak tiga gol dalam turnamen ini, menambah catatannya dengan satu assist, menjadikannya sebagai pemain termuda yang mencapai lima kontribusi gol di Piala Dunia sejak catatan dimulai.
Pelatih tim Swiss, Murat Yakin, memuji Manzambi sebagai pemain berharga dan berbakat yang terus berkembang dari pertandingan ke pertandingan. “Dia memiliki banyak kualitas sebagai pemain… Sangat menyenangkan bekerja sama dengannya dan melihat penampilannya seperti itu. Dia benar-benar berkembang,” ujar Yakin.
Aljazair tidak mengindahkan peringatan sebelum pertandingan dari pengumuman stadion yang mengingatkan penonton untuk memperhatikan Manzambi. Pada menit ke-10, Ruben Vargas memberikan umpan cerdik kepada Manzambi yang kemudian menguasai bola dan melewati bek kanan Aljazair, Aissa Mandi, sebelum mengirim umpan silang kepada Embolo yang mencetak gol dengan gaya yang lucu.
Setelah gol tersebut, Swiss mengendalikan permainan dan menggandakan keunggulan pada detik ke-48 babak kedua. Dan Ndoye berhasil mencetak gol dengan mudah setelah menerima umpan dari Mandi dan menembakkan bola ke sudut jauh gawang yang dijaga oleh Luca Zidane.
Swiss memulai turnamen ini dengan hasil imbang yang mengecewakan melawan Qatar, tetapi kini mereka telah meraih tiga kemenangan berturut-turut, mencetak delapan gol dan hanya kebobolan dua gol. Vargas tampil aktif di sisi kiri, sedangkan Ndoye menjadi ancaman di sisi kanan. Manzambi ditarik keluar pada pertengahan babak kedua, setelah berhasil menjalankan tugasnya.
Dari sisi pertahanan, Swiss tidak banyak mengalami tekanan, dengan Aljazair gagal menciptakan peluang berbahaya. Houssem Aouar gagal memanfaatkan peluang besar di menit kelima, dan Ibrahim Maza juga gagal mencetak gol setelah umpan silang dari Mahrez. Setelah Aljazair tertinggal dua gol, tembakan pertama Mahrez juga tidak berbuah hasil.
Kapten Aljazair, Mahrez, kemudian mengumumkan pensiun dari sepak bola internasional dan akan menyesali kesempatan yang terlewat dalam pertandingan terakhirnya. Swiss seharusnya menambah gol ketiga pada menit ke-81 setelah Denis Zakaria mengirimkan umpan silang, namun Fabian Rieder gagal memanfaatkan peluang tersebut.
Akhirnya, hasil tersebut tidak mempengaruhi jalannya pertandingan, dan Swiss kini bersiap untuk menghadapi Kolombia atau Ghana di Vancouver pada hari Selasa. Pelatih Aljazair, Vladimir Petkovic, yang mengenal Swiss dengan baik setelah memimpin mereka selama tujuh tahun, mengatakan bahwa Swiss memiliki banyak kualitas dan mampu bersaing di babak selanjutnya.
Sumber: The Guardian

