ZONAUTARA.com – Sebuah postingan di media sosial Facebook mengklaim bahwa seluruh ketua BEM di Indonesia menolak Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Presiden Jokowi di berbagai daerah. Postingan tersebut dilengkapi dengan narasi bahwa PSI terkait dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Pada Selasa (28/06/2026), akun Facebook ‘M New’ menyebarluaskan unggahan tersebut, menampilkan tangkapan layar artikel tanpa sumber jelas dengan gambar aksi demonstrasi.
Dalam unggahan tersebut, dinyatakan bahwa “Ketua BEM Seluruh Indonesia, Membuat Pernyataan Untuk Menolak Partai PSI Dan Jokowi Di Daerah Propinsi Masing Masing.” Warga juga mengaitkan penolakan ini dengan isu politik lainnya. Sampai berita ini ditulis pada Jumat (3/7/2026), unggahan tersebut sudah mengumpulkan 117 likes, 27 komentar, dan dibagikan sebanyak 151 kali.
Pemeriksaan lebih lanjut dilakukan oleh Tirto dengan metode pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk memverifikasi klaim tersebut. Hasil verifikasi menunjukkan bahwa klaim tersebut tidak memiliki dasar pada sumber media kredibel mana pun. Gambar yang dimaksud berasal dari artikel yang membahas rencana aksi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), di mana koordinaturnya, Kaharuddin, menjelaskan bahwa BEM SI masih menunggu respons dari wakil rakyat terkait tuntutan kepada Presiden.
Informasi mengenai demo pada 21 April 2022 oleh BEM SI dan Aliansi Mahasiswa Indonesia menyuarakan isu lain, seperti menolak wacana perpanjangan masa jabatan presiden dan penundaan Pemilu 2024. Dalam aksi tersebut, tidak ada pernyataan dari BEM SI yang mendukung klaim penolakan PSI atau Jokowi. Klarifikasi lebih lanjut menyatakan bahwa aksi mahasiswa tersebut fokus pada reformasi ekonomi, menjaga demokrasi, dan menolak wacana perpanjangan masa jabatan presiden. Liputan 6 dan sumber lainnya juga menegaskan tidak ada indikasi yang menghubungkan BEM SI dengan klaim penolakan terhadap PSI atau Jokowi.
Dengan informasi ini, unggahan yang menyebut penolakan PSI oleh BEM Seluruh Indonesia dan Jokowi dapat dikonfirmasi sebagai klaim yang tidak berdasar dan dipertanyakan kebenarannya.
Diolah dari laporan Tirto.id.

