ZONAUTARA.com – Sejumlah pejabat Amerika Serikat dilaporkan memberikan ‘peringatan tidak langsung’ kepada Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf. Langkah ini ditempuh setelah ada kekhawatiran besar mengenai potensi rencana operasi pembunuhan yang sedang dirancang Israel terhadap kedua tokoh ini, yang dikenal sebagai negosiator ulung dalam diplomasi damai.
Menurut laporan New York Times yang dikutip oleh Times of Israel, kekhawatiran ini muncul setelah sebuah kesepakatan gencatan senjata yang disepakati pada 8 April. Gencatan senjata tersebut, meskipun rapuh, sementara waktu telah menghentikan konflik antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran.
“Washington khawatir jika Israel benar-benar menghabisi Araghchi dan Ghalibaf, seluruh proses meja perundingan yang sedang berjalan akan hancur berantakan dan memicu pertempuran bersenjata baru yang jauh lebih masif,” ujar seorang sumber.
Insiden lain terjadi ketika pesawat yang ditumpangi Ghalibaf terpaksa mendarat darurat di Mashhad, Iran, setelah melakukan penerbangan dari Islamabad, Pakistan. Diketahui, dua jet tempur Israel mencoba menyergap pesawat tersebut, sehingga Ghalibaf dan delegasinya harus dievakuasi dan kembali ke Teheran melalui jalur darat.
Demi menjaga stabilitas regional, Amerika Serikat menghubungi sekutu-sekutu di Timur Tengah untuk menyampaikan pesan rahasia ini langsung kepada pemerintah Iran. Langkah ini juga diambil untuk mencegah militer Israel yang sebelumnya menargetkan tokoh senior Iran lainnya, seperti kepala keamanan nasional Ali Larijani, kembali beraksi.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

