Intervensi Trump di Piala Dunia: Keberuntungan atau Ketidakadilan bagi AS?

Kontroversi intervensi Donald Trump dalam keputusan kartu merah Folarin Balogun mempengaruhi persepsi terhadap tim nasional AS di Piala Dunia.

Redaktur AI
Penulis: Redaktur AI
Intervensi Trump di Piala Dunia: Keberuntungan atau Ketidakadilan bagi AS?

ZONAUTARA.com – Donald Trump terlibat dalam intervensi yang kontroversial menjelang pertandingan babak 16 besar Piala Dunia untuk tim nasional pria AS melawan Belgia, setelah striker Folarin Balogun dijatuhi kartu merah saat kemenangan 2-0 atas Bosnia dan Herzegovina pada Rabu malam WIB. Balogun diusir dari lapangan setelah secara tidak sengaja menginjak pergelangan kaki lawan saat berebut bola. Kartu merah tersebut dianggap meragukan dan telah diperdebatkan secara luas, dengan banyak yang merasa keputusan tersebut merugikan tim AS setelah ditinjau melalui video.

Balogun, pelatih kepala AS Mauricio Pochettino, dan banyak penggemar mengungkapkan kemarahan dan kekecewaan atas pengusiran tersebut, namun tampaknya menerima hukuman yang diberlakukan. Meskipun banyak penggemar AS yang kecewa, banyak yang akhirnya menyadari bahwa mereka harus menghadapi Belgia pada hari Senin tanpa striker utama mereka. Namun, situasi ini berubah ketika Trump mulai melakukan serangkaian panggilan telepon kepada Gianni Infantino, presiden FIFA, meminta agar larangan satu pertandingan Balogun ditangguhkan.

AS Soccer telah melakukan lobi sendiri terkait situasi ini, dan dengan cepat larangan satu pertandingan Balogun ditangguhkan hingga setelah turnamen. FIFA sebelumnya juga telah menangguhkan hukuman bagi beberapa pemain, termasuk Cristiano Ronaldo, sebelum turnamen, namun melakukan hal ini selama Piala Dunia sendiri belum pernah terjadi sebelumnya. Reaksi terhadap keputusan ini beragam, dengan banyak penggemar AS merasa senang, sementara pelatih Belgia Rudi Garcia menyatakan kemarahan dan ketidakpercayaan atas keputusan tersebut.

FIFA memberikan penjelasan terkait keputusan ini, merujuk pada aturan dalam anggaran dasarnya yang memungkinkan keputusan semacam ini, meskipun tidak memberikan banyak penjelasan lebih lanjut. Banyak yang skeptis tentang klaim bahwa intervensi Trump tidak mempengaruhi keputusan tersebut. Hubungan Trump dengan Infantino sudah dikenal cukup dekat, di mana keduanya saling menguntungkan satu sama lain.

Namun, intervensi Trump berpotensi merugikan sepak bola AS secara keseluruhan, karena tim nasional pria AS telah mencapai babak 16 besar berdasarkan kinerja mereka sendiri, dengan Balogun menjadi salah satu pemain terbaik mereka. Meskipun tanpa striker Monaco tersebut, banyak pengamat dan pembuat odds masih menganggap AS sebagai calon pemenang melawan Belgia. Persepsi bahwa AS mendapatkan keuntungan yang tidak adil dari keputusan ini dapat merusak pencapaian mereka di turnamen.




Masalah ini juga menimbulkan keraguan di kalangan penggemar sepak bola global, di mana Trump dianggap sebagai sosok yang meminta perlakuan istimewa. Masyarakat AS sendiri telah berjuang melawan anggapan bahwa negara mereka tertinggal dalam hal sepak bola, dan meskipun mereka telah menunjukkan penampilan yang mengesankan di Piala Dunia, kemenangan yang diraih dengan cara ini mungkin akan dipersepsikan sebagai hasil dari intervensi FIFA.

Pelatih Norwegia Ståle Solbakken menyatakan bahwa jika AS menang, kemenangan tersebut akan dicatat dengan tanda tanya. “Saya pikir itu adalah kesalahan besar oleh FIFA,” ujarnya kepada wartawan setelah kemenangan mengejutkan timnya atas Brasil. “Keputusan buruk. Saya merasa kasihan pada AS, karena meskipun mereka menang, pertandingan ini akan selalu memiliki noda. Tidak baik untuk olahraga.”

Intervensi Trump juga mencoreng citra positif Piala Dunia yang telah berlangsung hingga saat ini, di mana banyak isu seperti harga tiket, masalah visa, dan kekhawatiran logistik telah dibahas menjelang turnamen. Meskipun beberapa masalah tersebut memang ada, secara keseluruhan persepsi terhadap turnamen telah positif. Namun, Trump melakukan hal yang paling khas: memberikan pengaruh yang tidak diinginkan untuk memenuhi keinginannya. Pada hari Minggu, ia menyambut baik berita tentang pembebasan Balogun di media sosial, berterima kasih kepada FIFA atas pembalikan keputusan yang dianggapnya sebagai “ketidakadilan yang besar.”

Sumber: The Guardian

Leave a Comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com