ZONAUTARA.com – Presiden Prabowo Subianto menyatakan harapannya agar hubungan diplomatik antara Indonesia dan Singapura tetap langgeng menjelang peringatan 60 tahun hubungan kedua negara pada 2027. Pernyataan tersebut disampaikannya saat pertemuan Leaders’ Retreat di Istana Merdeka, Jakarta, bersama Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, Senin (6/7/2026).
Dalam pernyataan bersama, Prabowo menekankan bahwa hubungan diplomatik selama 60 tahun ini harus terus dipertahankan. “Tahun depan kita akan memperingati 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Singapura, dan kita melihat hubungan ini harus terus langgeng pada masa-masa yang akan datang,” ujarnya. Pembahasan dalam Leaders’ Retreat ini tidak hanya memfokuskan pada tantangan saat ini, tetapi juga mempersiapkan kemitraan kedua negara di masa depan.
Prabowo menyoroti bahwa hubungan Indonesia dan Singapura merupakan hubungan yang khas dan istimewa, mengingat keduanya berbatasan dan memiliki kepentingan bersama dalam menjaga stabilitas dan kemakmuran kawasan. Menurutnya, kemakmuran tidak akan tercapai tanpa perdamaian dan stabilitas. Oleh karena itu, kedua negara sepakat untuk terus menjaga kepentingan bersama melalui kerja sama yang saling menguntungkan.
“Stabilitas dan perdamaian bukan sesuatu yang akan datang dengan sendirinya. Kita sepakat bahwa kepentingan kita harus sama-sama dijaga, dan kita harus terus melakukan kerja sama yang menguntungkan kedua belah pihak,” tegas Prabowo. Ia juga menambahkan bahwa pertemuan dengan PM Wong berlangsung intensif, produktif, terbuka, dan berorientasi ke depan. Kedua pemimpin sepakat menyelesaikan kesalahpahaman secara terbuka sebagai sahabat.
Pertemuan tersebut menghasilkan 26 capaian konkret yang terdiri dari 18 kesepakatan kerja sama antarpemerintah dan delapan kesepakatan bisnis. Prabowo menyebut capaian ini mencerminkan semakin luas dan mendalamnya kerja sama kedua negara, terutama dalam bidang ekonomi yang tetap menjadi pilar utama. Isu-isu yang dibahas meliputi perdagangan, konektivitas, energi, ekonomi digital, keamanan siber, pangan, dan rantai pasok. Di bidang pertahanan, perjanjian kerja sama yang telah disepakati antara kedua negara terus diimplementasikan.
Diolah dari laporan Antara.

