ZONAUTARA.com – Film “Lastri: Arwah Kembang Desa” menggelar pemutaran spesial di Lumajang pada Minggu (5/7), sebagai bagian dari agenda menjelang penayangan nasional yang dijadwalkan pada 16 Juli 2026. Film ini dihidupkan kembali oleh rumah produksi Abelle Pictures, menyoroti legenda sosok Lastri yang sudah lama menjadi bagian dari cerita rakyat di sudut-sudut desa Jawa Timur.
Eksekutif Produser, Audy Bella, mengungkapkan bahwa kembali ke Lumajang untuk pemutaran spesial ini memberikan kesan emosional yang mendalam bagi seluruh tim produksi. “Rasanya seperti pulang ke rumah. Banyak kenangan selama proses syuting di Lumajang, dan hari ini kami kembali dengan membawa film yang akhirnya siap dipertontonkan kepada masyarakat. Terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh warga Lumajang yang menyambut kami dengan luar biasa hangat,” ujar Audy Bella dalam keterangan pers, Senin (8/7).
Antusiasme masyarakat Lumajang sangat terasa selama acara berlangsung. Lokasi acara dipadati penggemar yang ingin bertemu langsung dengan para pemain seperti Ratu Meta dan Nando Hilmi. Selain itu, dukungan juga hadir dari Pemerintah Kabupaten Lumajang, di mana Bupati Lumajang, Indah Amperawati Masdar, memberikan apresiasi atas dipilihnya Lumajang sebagai lokasi syuting sekaligus mendorong perkembangan industri perfilman di daerah tersebut.
Film “Lastri: Arwah Kembang Desa” diklaim tidak hanya mengandalkan elemen horor konvensional atau jump scare. Mengusung tema drama keluarga dan konflik emosional yang mendalam, film ini diharapkan menjadi kebanggaan bagi warga Jawa Timur, terutama karena proses kreatifnya sebagian besar lahir dari tanah Lumajang. Jajaran pemain lintas generasi, baik aktor muda maupun berpengalaman, turut memperkuat cerita ini.
Setelah memperoleh sambutan hangat dari masyarakat Lumajang, “Lastri: Arwah Kembang Desa” siap memulai perjalanannya dan dapat disaksikan di bioskop-bioskop seluruh Indonesia mulai 16 Juli 2026. Film ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan daya tarik wisata sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Jawa Timur.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

