ZONAUTARA.com – Rusia menghadapi ancaman krisis ekonomi serius, dengan setengah juta warga mengalami kebangkrutan pada tahun lalu. Berdasarkan laporan intelijen yang diungkapkan melalui Reuters, situasi ini memperburuk pinjaman usaha dan meningkatkan utang rumah tangga di Rusia, berpotensi menjerumuskan negara tersebut ke dalam resesi.
Laporan yang dikutip juga oleh sejumlah media asing, seperti Telegraph, menyebutkan bahwa bank-bank Rusia mengalami tekanan signifikan akibat kebijakan Kremlin. Pemerintah mendorong bank untuk mengeluarkan pinjaman bersubsidi kepada perusahaan pertahanan dan pembeli rumah tanpa pemeriksaan kredit normal, sehingga menyebabkan penambahan utang macet di tengah ekonomi yang melemah.
Di tengah situasi ini, pemerintah Rusia mengimplementasikan program kredit negara, restrukturisasi pinjaman, dan dukungan lainnya untuk menutupi masalah ini. Namun, kelanjutan kebijakan tersebut dalam jangka panjang dipertanyakan. “Porsi pinjaman korporasi yang mungkin tidak akan pernah dilunasi telah melonjak menjadi 10%, sementara sebanyak 15% pinjaman konsumen dianggap bermasalah,” ungkap laporan tersebut.
Pada bulan Mei, Kementerian Ekonomi Rusia merevisi perkiraan pertumbuhan PDB untuk tahun ini dari 1,3% menjadi 0,4%, dan dari 2,8% menjadi 1,4% pada 2027. Analis meragukan data resmi dan meyakini bahwa negara ini mungkin sudah berada dalam resesi.
Lebih lanjut, Uni Eropa saat ini sedang mempertimbangkan sanksi tambahan terhadap 90 bank Rusia baru, selain 10 yang sudah masuk daftar hitam. Dampak dari langkah ini akan terasa pada lebih dari separuh bank-bank Rusia yang memiliki jaringan internasional.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

